top of page

Tingkatkan Nilai Investasi dan Transparansi, KemenKopUKM Percepat Digitalisasi UMKM

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 4, 2020
  • 2 min read


Pandemi Covid-19 mengubah banyak sendi dalam hidup kita. Perubahan ini semakin signifikan dengan adanya revolusi industri 4.0 yang membuat bisnis dan pendidikan go online.


Mau tak mau, UMKM harus mempercepat digitalisasi agar kompetitif dan menguasai pasar. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Grup Facebook yang mencakup Facebook (FB), Instagram (IG), dan Whatsapp (WA). Menurut Teten, tren pasar ke depan mengarah ke lokapasar (marketplace)



"Masih banyak pelaku UMKM yang belum berjualan di marketplace yang ada. Oleh karena itu, dengan kerja sama ini, kita akan mendorong UMKM berjualan di media sosial di Facebook, Instagram, dan Whatsapp," ungkap Teten Masduki, MenKopUKM di Jakarta, Rabu (29/7/2020).


"Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan saluran digital media sosial untuk memperluas akses pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri," imbuh Teten.


Selain menjangkau pasar, digitalisasi memudahkan UMKM mengakses pembiayaan. "Transaksi perdagangan UMKM akan terekam dengan baik, sehingga bisa tergambar kinerja bisnisnya secara lebih transparan," ujarnya.


Melalui digitalisasi, proses bisnis UMKM lebih akuntabel. "Sehingga, mereka bisa mendapat nilai investasi yang lebih besar lagi," lanjut Teten.



Di sisi lain, Dirut Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM, Leonard Theosabrata sebagai pengelola Smesco Indonesia sudah bekerja sama dengan Grup Facebook dalam hal pelatihan.


"Arah dari kerja sama pelatihan itu adalah agar pelaku UMKM menjual produknya di berbagai marketplace untuk lebih meningkatkan akses pasar bagi produk yang dihasilkannya," kata Leonard.


Ia mengakui bahwa sebaiknya masing-masing pelaku UMKM mendapat perlakuan khusus. Usaha mikro, kecil, dan menengah sangat berbeda baik dari sisi skala usaha maupun hal-hal lainnya.


Pada kesempatan itu, Kepala kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mendukung kerja sama Facebook dengan KemenKopUKM. Baginya, kerja sama ini bisa menggairahkan ekonomi pelaku UMKM.


"Pasalnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian negeri ini. Dan pandemi Covid-19 merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh pelaku UMKM", ungkap Ruben.



Sampai hari ini, pihaknya sudah mengadakan pelatihan virtual untuk 85 ribu UMKM di Indonesia.


"Dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan, kita akan melakukan pelatihan bagi 15 ribu UMKM yang ada di bawah naungan Smesco Indonesia," tutup Ruben. (Al-Hanaan)


Foto: pexels.com



Comments


bottom of page