Rugi Bersih Capai Rp93,67 M, Blue Bird Ajukan Relaksasi Utang
- MyCity News

- Aug 20, 2020
- 2 min read

Pandemi Covid-19 melumpuhkan ekonomi. Industri pariwisata dan sektor turunannya seperti transportasi tak luput dari hantaman. Tak ayal kinerja bisnis sektor transportasi menurun.
Emiten pengelola taksi, PT Blue Bird Tbk (BIRD) menempuh kesepakatan dengan para kreditor untuk mendapat relaksasi dalam pembayaran pokok utang di masa pandemi.
Sekretaris perusahaan (corporate secretary) BIRD, Jusuf Salman mengungkapkan pandmei Covid-19 berdampak pada perusahaan, terutama dalam hal pemenuhan kewajiban pokok utang.
Dalam surat kepada BEI, Salman menerangkan bahwa nilai utang jangka pendek BIRD mencapai Rp484.592.534.412 atau Rp 484,59 miliar.
"Ya, berdampak pada pemenuhan kewajiban pokok utang saja," kata Salman dalam keterbukaan informasi di BEI, Rabu (19/8/2020).
Di situasi krisis begini, perseroan akan melakukan beberapa strategi seperti mengadakan kesepakatan dengan para kreditur untuk memperoleh relaksasi pembayaran pokok utanag dan menciptakan peluang bisnis baru.
"Selain itu juga menempuh langkah efisiensi di berbagai lini operasi perseroan," imbuh Salman.
Laporan keuangan BIRD per Juni 2020, total kewajiban BIRD mencapai Rp2,32 triliun, dari periode Desember 2019 sebesar Rp2,02 triliun.
Rincian jumlah tersebut adalah liablitas jangka pendek sebesar Rp627,94 miliar dari Desember 2019, yaitu Rp753,52 miliar. Sementara liabilitas jangka panjang Rp1,69 triliun dari Desember 2019 yaitu Rp1,26 triliun.
Untuk utang bank jangka panjang sebesar Rp649,19 miliar. Nominal ini diperoleh dari pengurangan bagian yang jatuh tempo yang dalam satu tahun nilainya mencapai Rp1,12 triliun dari periode Desember 2019.
Perseroan mendapat rugi bersih selama semester I tahun 2020 sebanyak Rp93,67 miliar. Dibandingkan dengan periode semester I tahun 2019, perseroan masih mendapat laba bersih sebanyak Rp158,37 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, pendapatan perusahaan mencapai Rp1,15 triliun. Nominal ini turun 40% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,91 triliun.
Pada kuartal I tahun 2020 (Q1-2020), laba BIRD turun sebesr 84,52% menjadi Rp13,74 miliar pada periode tiga bulan itu. Pada Q1-2020, laba BIRD mencapai Rp88,75 miliar.
Manajemen BIRD melaporkan laba tahun ini terkoreksi sekitat 75% akibat pandemi Covid-19.
"Perseroan juga melakukan penutupan sementara layanan JAC dan Big Bird Shuttle Jakarta Bandung, perseroan mengalami penurunan revenue dari Airport dan Cititrans, dan menutup sebagian pool," demikian laporan manajemen BIRD secara tertulis.
Pada 13 Agustus 2020, BIRD menyatakan layanan JAC dan Big Bird Shuttle Jakarta Bandung sudah beroperasi dengan kapasitas terbatas. (Al-Hanaan)
Foto: Digination



Comments