Putri Tanjung dan KemenKopUKM Jaring Inovator Muda Melalui Pahlawan Digital UMKM
- MyCity News

- Aug 24, 2020
- 3 min read

Perempuan mempunyai peran signifikan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Sekitar 64,5% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dikelola oleh perempuan dan berkontribusi terhadap ekspor lebih dari 5%.
Artinya, peran perempuan dalam perekonomian Indonesia cukup besar. Sayangnya, banyak pelaku UMKM perempuan yang tak melek teknologi.
Untuk itu, sejumlah inovator muda bergerak mengatasi hambatan itu dengan meluncurkan perusahaan rintisan (startup) e-commerce.
Halosis digawangi oleh Andrew Darmadi, CEO & co-founder Halosis dan Asri Wijayanti, founder Jahitin.com.
Halosis adalah perusahaan e-commerce yang dilengkapi fitur asisten jualan (chatbot). Melalui chatbot, para penjual online dapat menaikkan penjualan mereka. Halosis bisa digunakan di banyak platform, seperti Instagram, Facebook, LINE, dan lain-lain.
Sedangkan platform Jahitin mempermudah penjahit lokal untuk mencari pelanggan. Pelanggan juga dimudahkan mencari penjahit sesuai selera mereka.
Perempuan dan UMKM
Awalnya Andrew hanya fokus membantu penjual online di media sosial dan umumnya mereka adalah perempuan. Mereka berjualan sekadar mencari penghasilan tambahan hingga ibu rumah tangga yang turut menafkahi keluarga.
Andrew menceritakan bagaimana penjual harus menanggapi pelanggan di Instagram (IG) dan Whatsapp (WA) dari pagi hingga malam. Pertanyaan pelanggan pun serupa, mulai dari harga, model pakaian, diskon, metode pengiriman, hingga jenis ekspedisi.
Dari situlah Andrew tergerak untuk membantu agar usaha mereka berjalan efisien.
"Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, si Ibu harus merekap semua data. Siapa yang order, siapa yang sudah transfer pembayaran, dan lain-lain. Proses ini saja memakan waktu dua hingga tiga hari," papar Andrew.
Menanggapi pelanggan sangat melelahkan dan menyita waktu. Apalagi mereka juga belum tentu beli.
"Dengan bantuan asisten virtual dan otomatisasi Halosis, kami memudahkan si Ibu untuk mengurus bahkan menganalisis aktivitas usahanya," kata Andrew.
"Dengan begitu, si Ibu bisa fokus mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas produknya, bahkan melakukan digital marketing," sambung Andrew.
Di sinilah tantangannya. Andrew harus menghadapi perempuan alias emak-emak yang belum melek teknologi. Ia meyakinkan emak-emak bahwa aplikasi Halosis bisa memudahkan pekerjaan mereka dan meningkatkan taraf hidup.
"Memang butuh usaha agak keras untuk menyadarkan mereka," katanya.
Baca Juga: Pertahankan Celuk Sebagai Sentra IKM Perhiasan, Kemenperin Serahkan Mesin CNC Senilai Ratusan JutaAndrew yakin teknologi bisa membantu usaha lebih efisien dan optimal. Harapannya, Halosis yang ia dirikan pada 2017 bisa mendukung UMKM untuk terhubung dengan konsumen.
Halosis memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyediakan asisten virtual berupa chatbot untuk menerima dan mencatat pesanan, sekaligus manajemen stok pesanan bagi pelaku UMKM.
Di sisi lain, Jahitin.com membantu meningkatkan pendapatan dan memudahkan para penjahit menjangkau pelanggan. Sekitar 200 penjahit bergabung dalam Jahitin.com, stratup bikinan Asri Wijayanti pada 2016.
Pendirian Jahitin.com berawal dari penjahit konvensional sering dibayar murah. Asri melihat animo belajar hal baru lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Artinya, kesadaran perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup sangat tinggi.
"Hal ini mereka lakukan agar dapat menjamin anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi," ungkap Asri.
Jahitin.com memiliki tiga layanan, yaitu Jahitin Academy, layanan daring (online service), dan driving store.
Jahitin Academy adalah pelatihan di rumah agar peserta pelatihan dapat membuat produk yang sesuai dengan materi selama pelatihan.
Layanan daring (online service) menghubungkan penjahit dengan pelanggan. "Yang sering terjadi selama ini, pelanggan susah ketemu penjahit. Sebaliknya penjahit juga susah ketemu pelanggan," papar Asri.
Driving Store yang memangkas harga jual produk di daerah-daerah tertinggal karena mahalnya harga bahan atau kain.
Kemudahan yang ditawarkan Jahitin.com adalah ketersediaan alat jahit dan bahan melalui online. Meski ongkos kirim relatif mahal, namun penjahit masih bisa menutup biaya produksi.
Pahlawan Digital UMKM: Kompetisi dan Digitalisasi UMKM
Halosis dan Jahitin adalah dua dari sekian banyak inovator rujukan dalam program Pahlawan Digital UMKM.
Program yang digagas oleh Putri Tanjung dan Kementerian Koperasi dan UKM ini mengapresiasi para inovator digital UMKM dan menjaring inovator muda lain yang membantu UMKM.
Target Pahlawan Digital UMKM adalah mengumpulkan 10 pemenang terbaik yang akan menjadi mitra Kemenkop dan UKM untuk melaksanakan digitalisasi UMKM.
Selain itu, program ini juga meenghubungkan para inovator digital yang terkurasi dengan modal ventura. Harapannya, mereka mendapat investasi untuk memperbesar skala usaha dan membantu banyak UMKM terdigitalisasi.
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki mengapresiasi ide Putri Tanjung. Keberadaan Pahlawan Digital UMKM sangat penting bagi pelaku UMKM.
"Karenanya, kita membutuhkan inovator-inovator muda yang bisa membantu UMKM dapat berjualan langsung di market place digital," ujar Teten.
Putri Tanjung sendiri menyadari pentingnya inovator muda dalam memberdayakan UMKM di masa depan.
"Mereka punya ide cemerlang untuk membantu UMKM. Kenapa kita tidak mencari lebih banyak lagi inovator-inovator muda untuk membantu lebih banyak lagi UMKM," tutur Putri.
Bagi siapapun yang tertarik terjun di program ini bisa memantau Instagram @pahlawandigitalumkm @kemenkopukm dan @putri_tanjung.
"Program ini bukan hanya soal memenangkan kompetisi, tapi tentang bagaimana agar inovasi mereka berkembang dan dapat menjangkau lebih banyak laki pelaku UMKM," tutup Putri. (Al-Hanaan)
Foto: Jahitin



Comments