Prospek Kian Cerah, Kemenperin Kembangkan Industri Desain Produk Kreatif
- MyCity News

- Aug 6, 2020
- 2 min read
Updated: Aug 7, 2020

Industri kreatif dan industri desain produk berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Terlebih, berbagai desain produk nasional semakin diminati di pasar global.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan daya saing industri kreatif dan industri desain produk.
Berdasarkan Global Industrial Design Market 2020 Research Report, nilai pasar global desain produk industri masih cukup besar. Pada 2019, nilai desain produk industri mencapai USD45,38 miliar dan bakal mencapai USD65,41 miliar pada 2026.
"Tingkat pertumbuhan produk industri tersebut, diproyeksi sebesar 5,3 persen pada periode 2021-2026. Hal ini menunjukkan besarnya peluang di sektor desain produk industri yang dapat terus dioptimalkan di tengah tantangan kondisi global, termasuk dampak dari pandemi Covid-19," ujar Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Rabu (5/8/2020).
Melihat potensi sebesar itu, pemerintah berupaya memberi ruang yang lebar bagi para pelaku industri kreatif dan desainer nasional agar produktif berkarya.
"Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu industri membutuhkan pembinaan dan apresiasi. Sehingga prioritas kami adalah pembinaan kepada industri," jelas Gati.
Baca Juga: Sediakan Akses Energi Bersih, Pemerintah Distribusikan Konkit Bagi Nelayan dan Petani di 17 Provinsi
Untuk itu, Kemenperin menciptakan Design Laboratory Bali Creative Industry Center (Design Lab BCIC) untuk meningkatkan kesadaran industri betapa pentingnya suatu desain. Melalui laboratorium itu, Kemenperin membimbing pelaku industri agar produk mereka beriorientasi pasar, khususnya melalui ideation research value dan creation research design.
"Upaya tersebut kami lakukan dengan memberikan pendampingan desainer bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) yang ada di sentra. Tahun lalu, kami telah mendampingi adalah sentra IKM batik dan sentra IKM perhiasan dari Kulonprogo, DIY," papar Gati.
Dengan pendampingan Kemenperin, pelaku IKM bisa menemukan ide segar yang diterapkan dalam desain produk mereka. Selanjutnya, IKM akan difasilitasi untuk membuat prototype desain hasil rancangannya.
Gati juga melibatkan akademikus dan praktisi bisnis untuk mendampingi mereka dalam peningkatan efisiensi proses bisnis IKM. Pelaku IKM akan mendapat materi mengenai business opportunity, manajemen strategi, pemasaran, operasi, keuangan dan SDM.
"Keseluruhan proses tersebut diharapkan akan menghasilkan produk sentra kerajinan dan fesyen yang berkualitas dan berorientasi pasar atau sesuai dengan prinsi good design, reasonable price," lanjut Gati.
Lebih jauh, Kemenperin mengadakan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020 sebagai bentuk apresiasi. IGDS merupakan penghargaan tertinggi untuk desain produk industri terbaik yang diberikan oleh pemerintah kepada individu atau perusahaan.
IGDS 2020 merupakan penyelenggaraan ke-17 dan mengusung tema "Indonesia’s Good Product" - Produk Keren Indonesia.
IGDS bertujuan mendorong partisipasi desainer dan perusahaan industri untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas desain produk industri.
Selain itu, mengembangkan produk terbaik melalui peningkatan kualitas desain, kebaruan dan inovasi, serta berkarakter Indonesia.
Melalui IGDS, karya kebanggaan nasional dapat tembus pasar internasional, diantaranya Magno-Design dengan produk Radio Magno Penerima Penghargaan IGDS (2005), Kriya Nusantara dengan produk Radio Cawang (2010), dan Pala Nusantara dengan produk Jam Tangan Pala Nusantara (2017).
"Para pemenang Penghargaan IGDS tahun 2019 kami ikutsertakan pada kontestasi desain tingkat Asia yaitu Golden Pin Design Award 2020 di Taiwan yang merupakan hasil kerja sama Ditjen IKMA dengan Taiwan Design Research Institute (TDRI). Para peserta program ini mendapat keistimewaan untuk langsung menembus seleksi tahap kedua," pungkas Gati. (Al-Hanaan)
Foto: Kemenperin



Comments