Pizza Hut AS Bangkrut, Begini Nasib Waralaba di Indonesia
- MyCity News

- Jul 2, 2020
- 2 min read

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), selaku pemegang lisensi Pizza Hut di Indonesia, memastikan tidak akan terdampak terkait permasalahan pengajuan kepailitan NPC International, perusahaan pemegang waralaba terbesar Pizza Hut di Amerika Serikat (AS).
NPC mengajukan Chapter (bab) 11 di Pengadilan Distrik Texas Rabu (1/6/2020) setempat. Bab 11 biasanya diambil perusahaan untuk melakukan restrukturisasi utang demi menghindari kebangkrutan. NPC didirikan pada tahun 1962 mengoperasikan 1.227 Pizza Hut dan 393 toko Wendy’s di seluruh AS.
NPC dan Pizza Hut telah berjuang dengan meningkatnya biaya tenaga kerja dan makanan sambil mencoba memperluas bisnis. Perusahaan Overland Park, yang berbasis di Kansas juga menghadapi persaingan ketat dari para pesaing seperti Domino's Pizza Inc. dan Papa John's International Inc.
"Permasalahan kepailitan yang terjadi di Amerika Serikat, dapat kami sampaikan bahwa perkara tersebut bersifat terpisah. Kami tidak mengetahui bagaimana proses kepailitan yang terjadi di sana," ujar Sekretaris Perusahaan PT Sarimelati Kencana, Kurniadi Sulistyomo, kepada MyCity, Kamis (2/7/2020).
Baca Juga:
"Dapat kami sampaikan, bahwa PT Sarimelati Kencana Tbk, merupakan pemegang hak lisensi waralaba tunggal di Indonesia, dan kami tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pizza Hut Amerika Serikat tersebut. Apapun nanti putusan pengadilan di Amerika Serikat, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja dan kegiatan usaha kami, Pizza Hut di Indonesia," dia menambahkan.
Menurutnya, NPC juga merupakan salah satu penerima waralaba. Kembali, ia mengatakan, pihaknya tak ada hubungan afiliasi atau hukum.
"NPC juga hanya salah satu penerima waralaba/franchise. Tidak terkait secara afiliasi atau hukum dengan Sarimelati Kencana," tegas dia.
Kurniadi Sulistyomo, PT Sarimelati Kencana, telah membuka sejumlah outlet baru pada bukan ini. Secara keseluruhan, protokol kesehatan ketat diterapkan di setiap outlet Pizza Hut Indonesia.
"Secara umum kami tidak memiliki rencana penutupan Outlet. Bahkan di Bulan Juni 2020 ini, kami telah membuka 3 Outlet baru," tuturnya.
"Seluruh outlet kami telah menerapkan Protokol Kesehatan New Normal sesuai dengan regulasi dari masing-masing Pemerintah Daerah. Dengan tujuan menjaga kesehatan dan meningkatkan kenyamanan bagi para keluarga, pekerja dan pelanggan kami," dia mengakhiri. (Arie Nugroho)



Comments