Pertahankan Celuk Sebagai Sentra IKM Perhiasan, Kemenperin Serahkan Mesin CNC Senilai Ratusan Juta
- MyCity News

- Aug 24, 2020
- 2 min read

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya terus membangkitkan gairah usaha para pelaku industri kecil menengah (IKM) di Indonesia. Upaya ini merupakan wujud percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.
Wujud nyata itu berupa program program pemberian bantuan mesin dan peralatan produksi bagi pelaku IKM. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan agar kompetitif di pasar domestik dan internasional.
Di sela kunjungan kerja di Bali, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan mesin Computer Numerical Control (CNC) Magic-70 kepada Celuk Design Center Jewelry di sentra IKM Perhiasan Perak Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali.
Acara penyerahan secara simbolis ini disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (22/8/2020).
"Salah satu fokus kami saat ini adalah pengembangan sentra IKM, karena IKM merupakan sektor usaha yang dominan dalam populasinya di Indonesia. Hal ini yang menjadikan IKM sebagai motor penggerak perekonomian nasional," tutur Agus.
Oleh sebab itu, beberapa program pembiayaan akan dijalankan dalam pengembangan sentra IKM, yaitu pelaksanaan bimbingan teknis, pemberian bantuan mesin dan peralatan, serta pembangunan material center.
"Manfaat program ini antara lain meningkatkan atau memenuhi sarana dan prasarana yang diperlukan pelaku IKM saat ini serta mendongkrak kapasitas produksi," ujarnya.
Selain itu, Kemenperin akan memfasilitasi matchmaking antara produk petani dan nelayan agar diserap oleh IKM.
"Ini menindaklanjuti perintah Presiden daam rangka fasilitasi program Beli Produk Rakyat. Pada tahun 2020 ini terselenggara kegiatan di empat lokus. Kami mengusulkan anggaran program tersebut sebesar Rp174 Miliar pada tahun 2020, yang akan melibatkan 90 IKM dengan target 540 tenaga kerja," papar Agus.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih terus mendorong pengembangan sentra IKM agar kompetitif.
"Hal ini agar semangat mereka berusaha dan berkreasi bisa lebih bangkit lagi. Apalagi, ekspor perhiasan kita sedang bagus," ungkap Gati.
Gati berharap, Bali tak hanya mengandalkan sektor pariwisata tetapi juga sektor pertanian dan kerajinan yang akan menjadi prioritas.
"Salah satunya dengan mengembangkan kembali industri kerajinan perak di daerah Celuk, karena potensinya luar biasa dan banyak produknya telah diminati konsumen mancanegara," tambah Gati.
Gati yakin peluang ekspor kerajinan perhiasan perak terbuka lebar seperti pasar Amerika Serikat dan Eropa.
"Maka itu, kami terus dorong ekspor dari sektor ini, dengan memiliki kualitas produk yang kompetitif dengan didukung mesin yang bagus. Sehingga nantinya pada tahun 2021, kembali akan diberikan alokasi dana khusus untuk pengerajin perak di Celuk hingga Rp4 miliar," terang Gati.
Ketua Celuk Design Center, Kadek Mega mengatakan mesin CNC berfungsi membuat desain perhiasan perak.
"Dengan diberikannya bantuan mesin ini masyarakat tidak perlu lagi menyewa jasa untuk desain di luar daerahnya lagi," ujarnya.
Lebih jauh, Mega menjelaskan mesin CNC senilai Rp200 juta itu sangat dibutuhkan oleh pengrajin perak di Celuk.
"Kami tidak harus menyewa jasa keluar lagi untuk desain yang biasanya membutuhkan dana dari Rp300.000 hingga jutaan rupiah," ungkap Mega.
Saat ini, pengrajin perak di Celuk sekitar 50 persen dari total masyarakat setempat. Harapannya, bantuan alat teknologi yang canggih untuk membuat kerajinan perak ini akan mempertahankan wilayah Celuk sebagai sentra kerajinan perak di Pulau Dewata.
"Ini budaya kita, yang merupakan budaya seni kerajinan khas Bali Bali yang harus dipertahankan," tutup Gati. (Al-Hanaan)
Foto: Kemenperin



Comments