Nilai Ekspor Capai USD13,73 miliar, Kemenperin Dorong Pertumbuhan Positif Industri Mamin
- MyCity News

- Aug 11, 2020
- 2 min read

Industri makanan dan minuman (mamin) adalah salah satu sektor manufaktur yang tumbuh positif pada triwulan II tahun 2020 di tengah pandemi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri mamin tumbuh sebesar 0,22% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2020.
"Pertumbuhan positif sektor industri mamin ini merupakan momentum yang harus terus dijaga dan juga ditingkatkan sehingga dapat konsisten memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," kata Abdul Rochim, kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (11/8/2020).
Dirjen Industri Argo mengatakan beberapa komoditas unggulan memacu kinerja industri mamin diantaranya ikan, mie, dan kopi.
"Selain itu, pertumbuhan sektor industri ini juga didukung oleh peningkatan nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti kelapa sawit (PKO)," ungkap Abdul.
Untuk menjaga tren positif di sektor industri mamin, fokus utama Kemenperin adalah mendorong ketersediaan bahan baku untuk mencukupi kebutuhan produktivitas manufaktur.
Untuk itu, Kemenperin berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait baik di tingkat kementerian maupun pelaku industri demi kelancaran agenda.
"Bahkan, kami telah bertemu dengan salah satu deputi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjajaki kemungkinan penyelenggaraan suatu event pada libur panjang nanti di akhir tahun untuk mendorong konsumsi masyarakat sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri mamin di dalam negeri," papar Abdul.
Hal lain yang membantu pertumbuhan sektor industri mamin adalah pembukaan pusat perbelanjaan.
"Selain itu, di tengah kondisi pandemi, masyarakat membeli cukup banyak beberapa produk makanan olahan melalui online," ujarnya.
Oleh sebab itu, Abdul optimistis industri mamin akan tumbuh positif untuk periode selanjutnya. Menurut Abdul, pertumbuhan positif tergantung dua hal penting, yaitu kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan penurunan kasus postif Covid-19.
"Apabila kedua hal ini tercapai, kami memproyeksikan industri mamin dapat tumbuh sekitar 3% pada akhir tahun 2020," terang Abdul.
Di sisi lain, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan industri mamin menjadi salah satu sektor penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional. Pasalnya, kontribusi industri mamin konsisten dan signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) industri non-migas.
"Industri mamin merupakan salah satu sektor yang memiliki demand tinggi ketika pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat perlu mengonsumsi asupan yang bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuhnya dalam upaya menjaga kesehatan," terang Agus.
Selain itu, industri mamin juga industri yang mendominasi tanah air terutama industri kecil menengah (IKM). Inilah yang menjadi andalan bagi perputaran roda ekonomi nasional.
"Sesuai aspirasi pada peta jalan Making Indonesia 4.0, kami menargetkan industri mamin akan mampu merajai di wilayah Asia Tenggara," tutur Agus.
"Misalnya, mi instan kita yang sangat diminati oleh negara-negara di Afrika," tambah Agus.
Oleh sebab itu, Kemenperin mendorong perluasan pasar dan diversifikasi produk mamin yang berorientasi ekspor.
Sebagai informasi, industri mamin berkontribusi terhadap capaian nilai ekspor sebesar USD13,73 miliar pada semester I 2020. Kontribusi ini merupakan terbesar di sektor manufaktur. (Al-Hanaan)
Foto: Kemenperin



Comments