top of page

Mengenal Dapur Kolektif, Layanan Bisnis Kuliner Gojek & Rebel Food

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jun 24, 2020
  • 2 min read

Updated: Jun 25, 2020



Rebel Food menjadi buah bibir di Indonesia setelah Gojek menanamkan investasi ke raksasa kuliner asal India itu pada 2019 lalu.


Rebel Food mendapatkan dana senilai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun dari Coatue Management, Goldman Sachs, dan Gojek. Mereka menggunakan investasi tersebut untuk melakukan ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah.


Bersama Gojek, Rebel Food membuat jaringan cloud kitchen dan dapur kolektif. Mereka kemudian mendirikan PT Rebel GoFood Indonesia untuk menghadirkan konsep dapur kolektif yang beroperasi dengan nama Rebel GoFood.


Baca Juga:



Lantas, apa itu cloud kitchen atau yang biasa disebut dapur kolektif? Ini adalah sebuah model bisnis kuliner terdiri atas berbagai macam restoran yang hanya menyediakan layanan pengantaran, atau tanpa makan di tempat (dine in).


Restoran tradisional biasanya memiliki kebutuhan seperti pegawai, pelayan,sewa gedung toko dengan fasilitas memadai dan lokasi strategis dengan harga yang cocok, serta fasilitas restoran untuk pelanggan (dine-in), dan peralatan inventaris untuk keindahan toko.


Model bisnis ini telah ada di dunia bisnis kuliner sejak lama dan efektif dalam membantu pelaku bisnis mengembangkan usahanya dengan berkurangnya berbagai biaya operasional. Konsep dapur kolektif telah banyak diusung oleh para pemain layanan pesan-antar makanan terkemuka di dunia dan terbukti sukses membawa UMKM melaju dengan skala bisnis lebih besar.


"Sesuai dengan misi utama Gojek sebagai perusahaan anak bangsa, kami berkomitmen untuk memberikan solusi bagi tantangan dan kebutuhan sektor informal dan masyarakat," ujar VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina, kepada MyCity, Rabu (24/6/2020).


"Dengan layanan dapur kolektif ini, kami bertujuan membantu UMKM mempercepat pertumbuhan usahanya dengan skala yang lebih besar," dia menambahkan.


Hingga saat ini, ada 27 lokasi dapur kolektif GoFood yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Medan. 90 persen di antaranya merupakan UMKM yang sebelumnya telah berada di ekosistem GoFood. Seluruh jajaran karyawan resto di cloud kitchen juga merupakan karyawan dari mitra usaha GoFood.


Ada berbagai macam manfaat dari layanan dapur kolektif yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM:


1. Biaya operasional yang lebih rendah


Dapur kolektif GoFood menyediakan dapur, kelengkapan infrastruktur, serta utilitas dasar

(drainase, saluran listrik, dan pipa gas) yang siap digunakan, sehingga mitra UMKM bisa

mengurangi beban biaya sewa dan renovasi bangunan.


2. Pengantaran pesanan yang lebih efisien


Dengan dapur berbasis delivery-only (berfokus pada pengantaran), mitra UMKM bisa

memproses pesanan yang masuk dengan lebih cepat. Dibandingkan proses pick-up di pusat perbelanjaan atau gerai biasa, pick-up di dapur kolektif akan lebih efisien dan sederhana bagi mitra driver


3. Kesempatan menjangkau lebih banyak pelanggan


UMKM kuliner dapat memanfaatkan cloud kitchen untuk melakukan ekspansi ke wilayah lain dan lebih dekat dengan konsumennya karena dapat mengoptimalkan lokasi untuk kemudahan pengantaran dengan driver Gojek. (Arie Nugroho)




Comments


bottom of page