Manfaatkan Bonus Demografi, Kemenperin Cetak Pengusaha Muda Kriya dan Fesyen
- MyCity News

- Jul 30, 2020
- 2 min read
Updated: Jul 31, 2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mencetak pengusaha muda di industri kreatif sektor kriya dan fesyen. Upaya ini dilakukan melalui program Creative Business Incubator yang dilaksanakan oleh Bali Creative Industry Center (BCIC) bersama Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya.
"Melalui program tersebut, para pelaku industri kreatif bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis (scaling-up) dengan bentuk kegiatan berupa program kelas pada tahun pertama dan pendampingan di tahun kedua," kata Gati Wibawaningsih, kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin di Jakarta, Kamis (30/7/2020).
Pandemi Covid-19 memberikan tantangan dan peluang baru bagi generasi muda. Gati melihat inilah saat yang tepat untuk mencetak pengusaha muda terlebih banyak orang kehilangan pekerjaan.
"Oleh karena itu, kami kembali menggelar program Creative Business Incubator untuk menghasilkan pelaku industri kreatif sebagai motor penggerak ekonomi masa depan," terang Gati.
Sektor ekonomi kreatif berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp1.200 triliun atau meningkat 9,6 persen pada 2019. Sumbangan ini berasal dari tiga sub-sektor yaitu industri kuliner, fesyen, dan kriya.
"Industri kreatif merupakan sektor yang dinamis, sehingga dalam pelaksanaannya kami menyasar kepada generasi muda. Apalagi, Indonesia sedang mengalami bonus demografi," ungkap Gati, Dirjen IKMA.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia sebanyak 268 juta orang pada 2019 dan 137 juta orang adalah penduduk usia produktif.
"Hal ini merupakan modal untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru dalam bidang ekonomi kreatif," papar Gati.
Bali Creative Industry Center (BCIC) didirikan oleh Kemenperin pada 2015 yang bertujuan mewadahi pelaku industri kreatif kriya dan fesyen untuk mengembangkan usaha berkonsep meet-share-collaborate.
"Jadi, para pelaku bisa bertemu serta berbagi pengalaman dan ide kreatif sehingga pada akhirnya berkolaborasi untuk menciptakan karya bersama," tambah Gati.
Pada 2019, program CBI-BCIC mendampingi 20 tenant inkubator BCIC. Dari 20 tenant, empat tenant berhasil naik dari skala kecil ke skala menengah dan lima tenant dari skala mikro menjadi skala kecil. Selain itu, lebih dari 50 persen tenant menambah karyawan untuk memperluas kapasitas usaha.
"Pada tahun ini, kami juga akan memberikan pendampingan kepada 29 tenant inkubator sebagai lanjutan program camp inkubator pada tahun 2019 agar mereka dapat naik kelas dan dapat menjadi wirausaha muda yang unggul," tandas Gati.
Dalam program kerjanya, CBI-BCIC memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan jumlah pengusaha muda nasional.
"Oleh karenanya, kami terus mengajak seluruh jajaran Dinas Provinsi yang membidangi pelaku industri di seluruh indonesia untuk bersama-sama meningkatkan jumlah wirausaha muda di industri kreatif khususnya sektor kriya dan fesyen," pungkas Gati. (Al-Hanaan)
Foto oleh Kai Pilger dari Pexels



Comments