top of page

Lepas Ekspor 33 Garbarata Senilai Ratusan Miliar, Menperin Optimistis Ekonomi Indonesia Cepat Pulih

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 3, 2020
  • 2 min read


Aktivitas industri dalam negeri masih bergairah di tengah pandemi Covid-19. Ini dibuktikan dengan acara Pelepasan Ekspor Garbarata PT Bukaka Teknik Utama Tbk Ke Bandara Don Mueang, Thailand di Kawasan Industri Bukaka di Bogor, Senin (3/8/2020). Acara itu dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.


"Pada kondisi sulit saat ini, pelepasan ekspor garbarata PT Bukaka merupakan berita yang sangat menggembirakan sekaligus mendorong semangat kita untuk terus berkreasi, tetap berpoduksi, dan maju melangkah menghadapi segala bentuk tantangan yang ada," kata Menperin.



Dalam kesempatan itu, Menperin mengapresiasi kinerja Bukaka dalam memproduksi garbarata atau tangga belalai kualitas ekspor. Bukaka merupakan perusahaan konstruksi yang menghasilkan garbarata, jembatan, dan infrastruktur lain penunjang pertambangan.


Selain itu, Bukaka berkontribusi di banyak sektor seperti otomotif, alat dan mesin pertanian (alsintan), energi, ketenagalistrikan, konstruksi, dan infrastruktur.


"PT Bukaka adalah ‘wajah dari Indonesia’ yang telah membuktikan bahwa produk garbarata yang dihasilkan oleh anak bangsa mampu bersaing secara global baik dari sisi kualitas, biaya, maupun waktu delivery," ungkap Menperin.


Bukaka adalah satu-satunya produsen garbarata di Indonesia dan salah satu dari lima besar produsen garbarata di dunia. Garabarata adalah salah satu produk unggulan ekspor dengan tujuan ekspor utama adalah Jepang, India, dan Muang Thai.


"Bukaka telah memproduksi 904 unit garbarata, dan pelepasan ekspor kali ini merupakan bagian dari kontrak 33 unit garbarata dengan M-Solutions Co., Ltd. - Airport of Thailand yang telah dilakukan pada tahun 2019," tutur Agus.


Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendukung Bukaka sejak 2014 baik dari sisi pembiayaan maupun penjaminan.


LPEI memberikan Bukaka pembiayaan ekspor 33 unit garbarata ke Muang Thai sebesar USD7,5 juta (Rp105 miliar) dari Bukaka. Sementara, pemberian fasilitas sebesar Rp2,26 triliun.


Di tengah pandemi, pemerintah berupaya melindungi sektor industri dalam negeri. Insentif Kemenperin berupa keringanan biaya listrik telah mendapat persetujuan.


"Usulan ini dilakukan sebagai upaya membantu sektor industri tetap survive atau dapat beroperasional secara efisien. Sebelumnya, sudah ada kebijakan penurunan harga gas. Kami pun telah mengusulkan fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta perpajakan atas impor barang untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19," terang Menperin.



Di sisi lain, pemerintah bertekad mengoptimalkan implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).


"Semua proyek nasional harus menyerap produk yang sudah bisa diproduksi oleh industri dalam negeri. Pemerintah telah menegaskan, bagi direksi BUMN yang tidak memiliki komitmen tinggi terhadap penyerapan produk lokal, sanksinya adalah diganti," lanjut Menperin.


Menperin optimistis Indonesia akan cepat pulih. Pasalnya, indikator pemulihan sektor industri seperti capaian ekspor yang tinggi, nilai investasi yang meningkat, dan sektor konsumsi dan produksi tampak positif.



Periode Januari-Juni 2020, industri pengolahan non-migas berkontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Total nilai pengapalan produk manufaktur mencapai USD60,76 miliar atau 79,52 persen dari total ekspor nasional yang sebesar USD76,41 miliar.


Sepanjang semester I tahun 2020, total nilai investasi industri meningkat menjadi Rp129,6 triliun atau naik 23,9 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp104,6 triliun. (Al-Hanaan)


Foto oleh Daniel Kist dari Pexels



Comments


bottom of page