top of page

Konflik dengan Australia, Cina Imbau Hati-hati Gunakan Trade Remedies

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • May 27, 2020
  • 2 min read

Menteri Perdagangan Cina terlibat sengketa dagang yang berdampak pada petani Australia. Canberra telah meluncurkan lebih dari 100 investigasi dagang sejak dua negara tersebut mengadakan hubungan diplomatis.


Komentarnya muncul ketika Beijing menyerang Menteri Dalam Negeri Peter Dutton atas kritiknya mengenai perjanjian dagang Victoria dengan Cina di bawah proyek Belt and Road Initiative.


Dinukil dari abc.net.au, Selasa (26/5/2020), ini adalah kali pertama Menteri Perdagangan Zhong Shan merujuk pembebanan 80% tarif atas barley Australia secara publik di tengah ketegangan diplomatis yang meninggi di antara kedua negara.


Banyak analis melihat tarif tersebut sebagai serangan balik untuk tekanan Australia karena investigasi independen mengenai asal pandemi virus Corona.


Zhong menekankan berulang-ulang pada China Central Television (CCTV) bahwa pernyataan keras Cina bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari investigasi dagang salaam 18 bulan. Cina telah “melindungi hak-hak semua partai di Cina dan Australia dan mendengarkan opini para pemangku kepentingan.”


“Cina itu hati-hati dan tidak menggebu-gebu dalam membuat aturan trade remedy,” ujarnya. Trade remedy merupakan tindakan pengamanan yang melindungi industri dalam negeri. Singkatnya, trade remedy adalah proteksi pasar domestik.


Keputusan itu guna merugikan petani Australia sebesar ratusan juta dollar dan pemerintah federal menganggap itu sebagai suatu hal yang sangat mengecewakan.


Namun Zhong berkata Australia merupakan sumber ketegangan perdagangan.


“Sejak pendirian hubungan diplomatis antara Cina dan Australia pada 1972, Cina hanya meluncurkan satu investigasi trade remedy terhadap Australia yang merupakan kasus anti-dumping dan anti-subsidy terhadap barley Australia,” ujar Zhong.


“Dalam periode yang sama, Australia memulai 100 investigasi trade remedy terhadap Cina,” dia menambahkan. Di antara mereka, sejak tahun ini, Australia telah meluncurkan tiga kasus melawan Cina. Cina belum meluncurkan satu pun investigasi trade remedy melawan negara manapun tahun ini.”


Departemen Industri mengonfirmasi ada tiga investigasi yang sedang dilakukan terhadap produk Cina untuk produk dumping dan ada sekitar 100 investigasi dagang lebih dari lima dekade terakhir.


Pemerintah federal menekankan, bisnis Australia yang melaporkan praktik dumping pada Komisi Anti-Dumping independen mempunyai hambatan besar untuk meluncurkan investigasi dan tidak mengindahkan arahan dari pemerintah.


Menanggapi pernyataannya pada Selasa, Menteri Perdagangan Simon Birmingham berkata pada Sky News, “Ini bukan menyimpan jumlah uang atau membalas dendam. Setiap negara mempunyai sistem anti-dumping sendiri.”


Dia berujar sistem anti-dumping menghalau barang bagus masuk pasar dengan harga di bawah pasar yang bisa mengubah pasar dan mendorong produser lokal keluar bisnis.


“Australia mempunyai system anti-dumping dan keputusan kami terbuka untuk diajukan banding melalui WTO. Cina tidak memilih untuk melakukan itu sampai saat ini namun itu hak mereka untuk melakukannya,” kata Simon Birmingham.


Zhong berujar setelah satu setengah tahun investigasi, otoritas Cina menyimpulkan “dumping dan subsidies” bagi barley Australia menyebabkan “kerusakan mendalam bagi industri kami.”


Australia mengelak adanya dumping barley dan setelah melalui investigasi menyeluruh, kedua pemerintah dan industri biji-bijian mengatakan tak ada bukti yang mendukung klaim Cina.


Baik OECD dan pemerintah federal menganggap petani Australia adalah petani yang paling sedikit disubsidi di dunia.


“Petani Australia menjual produk mereka tanpa subsidi dengan harga kompetitif,” kata Senator Birmingham.


Menteri Pertanian David Littleproud juga mengatakan, Australia bisa menuntut kasusnya melalui WTO jika tak bisa mencapai resolusi dengan Cina secara langsung.


“Dalam konteks epidemi global saat ini, saya mengajak anggota WTO untuk bersatu dalam melawan pandemi dan menggunakan trade remedies dengan hati-hati,” kata Zhong. (Al-Hanaan)

Comments


bottom of page