top of page

Kemenperin Luncurkan IFI 2020 Untuk Tingkatkan Daya Saing IKM Pangan

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 25, 2020
  • 2 min read


Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginisiasi program pengembangan industri kecil menengah (IKM) sektor pangan untuk meningkatkan daya siang global. Untuk itu, Kemenperin meluncurkan Indonesia Food Innovation (IFI).


"Kami terus memacu IKM pangan di Indonesia supaya punya inovasi, baik itu dari produknya maupun proses produksinya. Selain itu, kami mendorong mereka mengutamakan bahan baku utamanya dari sumber daya lokal," kata Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Selasa (25/8/2020).



Gati menjelaskan program IFI merangsang inovasi dan pengembangan (scaling-up) bisnis khususnya sektor IKM pangan.


"Jadi, kami berharap mereka menjadi sektor usaha yang marketable, profitable, dan sustainable," jelas Gati.


Gati menuturkan peluang bisnis IKM pangan di Tanah Air masih lebar seiring tingginya jumlah penduduk usia produktif di bisnis kuliner.



Selain itu, menjamurnya kemunculan inkubator bisnis yang mencetak perusahaan rintisan (startup) di sektor makanan dan minuman (mamin).


"Kami optimistis, sektor IKM pangan dapat ikut andil dalam melakukan lompatan kemajuan bagi ekonomi nasional. Sebab, IKM makanan dan minuman selama ini memainkan peran penting sebagai komponen pemberdayaan masyarakat di Indonesia," tutur Gati.


Jumlah IKM mamin di Indonesia sebanyak 1,86 juta unit usaha atau 43,41% dari seluruh IKM. Bahkan, IKM mamin berkontribusi menyerap 4,11 juta tenaga kerja.



"Melalui IFI, kami ingin sektor IKM pangan menyiapkan diri dan mampu beradaptasi, berinovasi, serta bisa membaca tren dan kebutuhan pasar dalam negeri maupun kancah global," tambah Gati.


Untuk itu, IFI akan meningkatkan daya saing IKM pangan terutama bagi pelaku usaha pemula. Peningkatan daya saing dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan di bidang bisnis dan teknis.


"Jadi, diharapkan IFI dapat mempercepat dan meningkatkan kualitas teknis dan manajerial yang pada akhirnya dapat meningkatkan skala bisnis mereka," ungkap Gati.


"Kami juga mendorong seluruh pihak, di antaranya para kepala dinas yang membidangi perindustrian, para ketua inkubator bisnis, dan ketua asosiasi untuk bersama-sama menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru di bidang pangan," lanjut Gati.



Lebih jauh, Gati menyiapkan fasilitas bagi IKM yang lolos kurasi program IFI 2020. Peserta akan mengikuti mengikuti program Food Camp. Program ini berisi pelatihan dan mentoring dari pakar untuk meningkatkan kapabilitas dari segi bisnis dan tekns menuju IKM pangan modern.


Kemenperin membagi dua kategori peserta yang mengikuti pelatihan, yaitu peserta dengan kategori produk antara (intermediate product) dan kategori produk pangan akhir (end product). Hadiah juara I sebesar Rp40 juta, juara II sebesar Rp25 juta, dan juara III sebesar Rp15 juta untuk masing-masing kategori.



"Pemenang dari program ini juga akan mendapatkan berbagai prioritas untuk mengikuti akselerasi lanjutan pengembangan bisnis melalui coaching dan mentoring eksklusif scaling up usaha. Kemudian, memperoleh fasilitasi sertifikasi HACCP atau sertifikat lain yang dibutuhkan dalam peningkatan daya saing serta mengikuti kegiatan pameran, investor matchmaking, dan fasilitasi membership e-commerce global," pugkas Gati.


Siapapun pelaku IKM bisa mengikuti program IFI 2020. Pelaku usaha IKM yang berminat bisa mendaftar di kemenperin.IFI.go.id. Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui akun Instagram @ifi.kemenperin atau @ditjenikma. (Al-Hanaan)


Foto: Kemenperin


Comments


bottom of page