Kemenperin Bikin IFN Untuk Gairahkan Industri Alas Kaki di Masa Pandemi
- MyCity News

- Aug 10, 2020
- 2 min read

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membentuk Indonesia Footwear Network (IFN), sebuah platorm jejaring bagi pelaku industri alas kaki dan pendukungnya. Pembentukan platform ini bertujuan membangkitkan gairah pelaku industri spersepatuan di Indonesia di tengah pandemi global.
"Platform IFN ini merupakan sebuah etalase yang menampilkan informasi pelaku bisnis usaha yang terdiri dari brand, supplier, dan produsen sehingga dapat diakses oleh seluruh pelaku usaha bidang alas kaki dan produk kulit," kata Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Jakarta, Senin (10/8/2020).
Masa pandemi dan adaptasi kebiasaan baru menjadi tantangan bagi pelaku industri dalam negeri, termasuk sektor indusri kecil menengah (IKM). Untuk itu, pelaku IKM harus kreatif dan inovatif untuk mempertahankan usahanya.
"Jadi, agar pelaku usaha dapat memanfaatkan kondisi pasar saat ini, salah satu cara yang dilakukan dengan membangun jaringan antar pebisnis. Sehingga, mereka akan mendapatkan peluang kerja sama dan meningkatkan citra diri personal hingga company branding," terang Gati.
Dengan konsep collect - connect - collaboration, IFN mengumpulkan data para pelaku industri alas kaki melalui etalase daring berbasis situs web untuk mempermudah pencarian profil usaha alas kaki dari hulu sampai hilir.
Platform IFN juga bisa memberi akses bagi sesama pelaku industri alas kaki atau siapapun yang tertarik terjun di industri alas kaki. Tak menutup kemungkinan juga untuk kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat umum.
"Jika bergabung di platform IFN, keuntungan yang diperoleh adalah berbagai manfaat dan kemudahan dari Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), antara lain berupa informasi tentang profil produsen, supplier, local brand alas kaki bisa diakses oleh potensial buyer, investor, dan trader secara online," ungkap Gati.
Selain itu, platform juga menawarkan promosi berkala profil IFN di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube.
"BPIPI akan membuat media kampanye untuk para pelaku industri alas kaki di Indonesia, termasuk yang tergabung dalam IFN," imbuh Gati.
Berdasarkan data World Footwear Business Condition Survey – First Semester 2020 periode Januari-April 2020, konsumsi alas kaki dunia menurun hingga 22,5 persen dan kinerja penjualan turun hingga 74 persen. Di sisi lain, daya beli masyarakat turun hingga 53 persen dan harga barang turun 43 persen.
"Meskipun demikian, dampak pada lini produksi alas kaki, terutama sneakers justru mengalami kenaikan sebesar 42%. Hal ini disebabkan oleh bahan baku pembuatan sneakers yang umumnya berbahan dasar tekstil dan karet serta para produsen sneakers telah memiliki platform pemasaran online," ungkap Gati.
Menurut laporan World Footwear Yearbook 2019, Indonesia adalah pusat produksi alas kaki terbesar keempat dunia dengan total produksi mencapai 1.271 juta pasang alas kaki. Dalam hal ekspor alas kaki, Indonesia adalah negara terbesar ketiga dunia dengan total ekspor mencapai 406 juta pasang alas kaki.
Di sisi lain, Kemenperin mencatat nilai ekspor industri kulit barang dari kulit dan alas kaki pada 2019 mencapai USD5,12 miliar. Periode Januari-Juni 2020, ekspor mencapai USD2,81 miliar (9,7%) dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar USD2,56 miliar. (Al-Hanaan)
Foto: kemenperin



Comments