Inilah Alasan Subsidi Bunga Kredit UMKM Baru Terserap 4%
- MyCity News

- Aug 11, 2020
- 1 min read

Pemerintah Indonesia memberikan total anggaran sebesar Rp35,28 triliun untuk subsidi bunga UMKM. Namun, baru Rp1,5 triliun yang terealisasi, atau 4,25%.
Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, memaparkan bahwa realisasi bunga UMKM yang rendah itu menandakan adanya kendala dalam eksekusi program, baik daru perbankan atau lembaga keuangan yang menyosialisasikan program kepada UMKM.
"Dari total subsidi sejak diluncurkan pada Maret, dengan target debitur 60 juta [UMKM], penyerapannya sampai hari ini Rp 1,5 truliun, belum terlalu besar," kata Sri Mulyani, Selasa (11/8/2020).
Baca Juga:
"Masih ada persoalan perbankan atau lembaga keuangan dalam mengkomunikasikan ke UMKM, maupun proses pendaftaran untuk bisa mendapatkan subsidi. Ini yang kita evaluasi," Sri Mulyani menambahkan.
Sri Mulyani menjelaskan, untuk pinjaman sampai dengan Rp 500 juta, subsidi bunga yang diberikan mencapai 6% pada tiga bulan pertama dan 3% pada bulan kedua. Sementara, pinjaman di atas Rp 500 juta sampai dengan Rp 10 miliar subsidi bunga 3% pada tiga bulan pertama dan 2% pada bulan kedua.
Untuk mengakselerasi dukungan ke UMKM, pemerintah kini sedang menyiapkan berbagai program tambahan. Misalnya, pemberian bantuan sosial produktif senilai Rp 2,4 juta ke pengusaha sangat kecil.
"Saat ini, kami dalam proses identifikasi 9 juta orang penerimanya," ucap Sri Mulyani.
Pemerintah juga sedang mengidentifikasi kemungkinan memberikan kredit tanpa bunga senilai Rp 2 juta bagi ultra mikro. Sri menjelaskan, bantuan yang beragam ini diharapkan mampu membantu UMKM dalam menjalankan usahanya kembali di tengah tekanan pandemi Covid-19. (Arie Nugroho)



Comments