top of page

Industri Kreatif Sumbang PDB Rp1,2 Triliun, Kemenperin Adakan Diklat Animasi

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 29, 2020
  • 2 min read


Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di bidang industri animasi berupa program pengembangan kreativitas para animator dengan fasilitas yang memadai.


"Hasil karya para animator Indonesia sudah diakui oleh dunia internasional. Potensi ini harus dioptimalkan, dengan ditopang kemajuan teknologi informasi dan multimedia yang semakin pesat. Sehingga, industri animasi kita bisa lebih meningkatkan kapabilitas dan kemampuannya dalam berinovasi," kata Eko Cahyanto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin pada Selasa (28/7/2020).



Sebagai sub-sektor industri kreatif, pertumbuhan animasi cukup pesat dan serba guna. Bidang yang membutuhkan keahlian animasi seperti games, iklan, desain, arsitektur, simulasi kedokteran, dan militer.


"Perkembangan positif animasi di Indonesia dapat dilihat dari banyaknya produksi animasi yang ditayangkan di stasiun televisi nasional dan lokal dalam bentuk film serial dan iklan, bahkan film layar lebar," ungkap Eko.


Lebih jauh, animasi juga berperan penting dalam pengembangan industri 4.0 yang sarat dengan teknologi digital. Melalui Diklat 3in1, peserta bisa menjadi SDM industri animasi yang kompeten dan kompetitif.


"Mengingat sektor ini merupakan industri yang termasuk padat karya, sehingga peluang untuk bekerja di bidang animasi sangat terbuka lebar," tutur Eko.


Dalam masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Diklat 3in1 animasi ini bertujuan membantu orang yang kehilangan pekerjaan dan beradaptasi dengan tatanan baru di sektor tersebut.


"Selain bertambahnya pengetahuan, keterampilan serta sikap kerja, peserta juga diharapkan dapat melatih skill atau kemampuan di bidang lainnya, terutama yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi," lanjut Eko.


Sejauh ini, Kemenperin mengadakan tiga diklat di kota yang berbeda. Pertama, pembuatan latar animasi dua dimensi di Denpasar dan bekerja sama dengan Timeline Studio Bali. Kedua, pembuatan gerak animasi tiga dimensi di Padang dan bekerja sama dengan Ainaki Padang. Ketiga, pelatihan desain grafis di Yogyakarta dan menggandeng mitra dari PT. Jitu Kreasi Utama.


Kepala BDI Denpasar, Agus Kurniawan mengtakan peserta yang lolos uji kompetensi akan mendapat sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selanjutnya, alumni akan disalurkan ke industri animasi yang memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).


"Penerapan protokol kesehatan akan dipantau secara kontinyu hingga diklat berakhir," terang Agus.



Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), industri kreatif menyumbang produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp1,2 triliun pada 2019. Nilai ekspor mencapai USD19,98 miliar dan menyerap 18,2 juta tenaga kerja. Dalam kurun 2015-2019, pertumbuhan industri film, animasi, dan video mencapai 10,33 persen.


Dalam pengembangan SDM industri animasi dibutuhkan kerja sama dari bidang industri, akademisi, dan pemerintah. Harapannya, SDM industri animasi yang kompeten dan kompetitif bisa memenuhi kebutuhan industri animasi di Indonesia, bahkan mancanegara. (Al-Hanaan)


Foto: Kemenperin



Comments


bottom of page