Ikuti Instruksi Presiden, MenKopUKM: Lampung Bisa Jadi Pemasok Hasil Laut Terbesar Dunia
- MyCity News

- Aug 3, 2020
- 2 min read

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menaati arahan Presiden Jokowi bahwa setiap daerah harus mampu mengembangkan sumber daya alam sebagai produk unggulan dan khas.
"Sebagai pemasok rajungan terbesar di dunia dan masih bisa dikembangkan, Lampung kita targetkan untuk menjadi prioritas untuk dikembangkan untuk produk perikanan dan kelautan," kata Teten dalam kunjungan ke PT Siger Jaya Abadi, produsen dan eksportir rajungan di Lampung Selatan, Sabtu (25/7/2020).
Baca Juga: Lepas Ekspor 33 Garbarata Senilai Ratusan Miliar, Menperin Optimistis Ekonomi Indonesia Cepat Pulih
Menurut data Food and Agricultural Organization (FAO), konsumsi ikan dunia per kapita meningkat sebesar 3 persen.
"Lampung berpotensi untuk terus dikembangkan. Tinggal model bisnisnya saja yang kita integrasikan, terutama terintegrasi dengan pembiayaan yang mudah," ujarnya.
Teten juga memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam koridor rantai pasokan (supply chain). Para nelayan mitra PT Siger Jaya Abadi diberi pelatihan dan penguatan modal melalui koperasi.
"Dengan menjadi offtaker dari hasil tangkapan para nelayan, sehingga akan semakin memperkokoh industri olahan rajungan yang mampu menyerap tenaga kerja banyak," terang MenKopUKM.
Menurut Teten, UMKM yang produknya sudah ada yang menampung lebih mudah dikembangkan. Untuk itu, usaha kecil lain yang belum memiliki pasar jangan sampai tertinggal.
"PT Siger Jaya Abadi harus juga menghidupkan dan membesarkan pelaku usaha kecil," imbuh Teten.
Untuk mencapai itu, Teten meminta Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memperkuat permodalan KSPPS BTM Bina Masyarakat Utama (Bimu) yang menaungi 400 nelayan untuk menjadi rantai pasokan (supply chain) PT Siger Jaya Abadi sebagai pemasok rajungan.
Dalam kesempatan itu, Dirut LPDB KUMKM, Supomo mengatakan KSPPS BTM Bimu adalah mitra LPDB. Pada 2019, KSPPS BTM Bimu mendapat dana bergulir sebesar Rp5 miliar.
"Dalam program PEN, mereka mengajukan kembali proposal dana bergulir untuk perkuatan permodalan KSPPS BTM Bimu untuk para nelayan pemasok rajungan ke PT Siger," tandas Supomo.
Yoga Sadana mengatakan PT Siger Jaya Abadi sudah memproduksi pasteurisasi rajungan selama sembilan tahun. Bahkan, pihaknya sudah mengekspor ke berbagai negara.
"Kita sudah ekspor ke AS, Eropa, China, dan Korea," terang Yoga Sadana, Direktur Utama PT Siger Jaya Abadi.
Dulu, PT Siger Jaya Abadi mengekspor hasil laut melalui perantara pembeli di luar negeri Sekitar dua hingga tiga bulan terakhir, perusahaan itu mengekspor produk secara langsung.
"Ke depan, kami akan menciptakan value added yang lebih tinggi dari produk rajungan. Misalnya, produk rajungan kalengan, dan sebagainya," ungkap Yoga.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Lampung berharap perusahaan lebih peduli dengan nasib dan kehidupan nelayan.
"Nelayan sebagai pemasok rajungan selalu butuh pendampingan. Sejak 2016, saya secara penuh mendampingi nelayan," tutup Chusnunia Halim, Wagub Lampung. (Al-Hanaan)
Image by PublicDomainPictures from Pixabay



Comments