top of page

Hindari Rentenir, KemenKopUKM Dorong Pelaku UMKM Bentuk Koperasi

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 4, 2020
  • 2 min read


Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) mengadakan pendampingan UMKM sektor pertanian, perkebunan, perikanan serta pelatihan vokasional makanan olahan dari ketela pohon untuk ketahanan pangan.


Dalam pelatihan ini, KemenKopUKM dan Deputi Bidang SDM menggandeng perusahaan rintisan (startup) Tanihub dan e-commerce Blibli.com. Mereka memberikan arahan dan motivasi kepada 60 pelaku UMKM di Hotel Bumi Katulampa, Bogor, Selasa (28/7/2020).



"UMKM harus mampu beradaptasi, bangkit dan tumbuh ditengah pandemi ini. Saya melihat UMKM disektor pertanian, perkebunan, perikanan dapat menjadi buffer atau penyangga perekonomian, karena relatif stabil, dan produknya merupakan barang yang dikonsumsi masyarakat setiap hari, dan menjadi kebutuhan primer," kata Arif Rahman Hakim, Deputi Bidang SDM KemenKopUKM.


UMKM merupakan salah satu faktor yang terpukul keras oleh pandemi Covid-19. Pada masa PSBB, KemenKopUKM mencatat penurunan permintaan sebesar 22,90%, akses permodalan sebesar 19,39%, dan distribusi sebesar 20,01%.


Selain mengadakan pelatihan, KemenKopUKM juga memiliki situs edukukm.id untuk mengakses modul dan video tutorial untuk pelatihan mandiri.



"Dengan kolaborasi dengan Tanihub dan Blibli.com, diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk UMKM, baik hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan makanan olahan," ungkap Arif.


Staf khusus MenKopUKM, Reza Damanik memandang pelatihan ini adalah proses penguatan SDM sebagai prioritas untuk mendorong Indonesia unggul.


Riza menekankan ketahanan pangan sebagai prioritas karena wabah bisa menghambat distribusi dan ketersediaan pangan.


Di tengah pandemi Covid-19, komoditas yang tetap unggul adalah pangan. Inilah saatnya pelaku UMKM untuk eksis di dunia usaha.



Untuk itu, pelaku UMKM harus go digital untuk memangkas biaya distribusi dan menjangkau pelanggan tanpa pengepul.


Di akhir acara, Asisten Departemen Pengembangan Kewirausahaan KemenkopUKM, Nasrun mengingatkan pelaku UMKM untuk menghindari rentenir atau Bank Keliling (Banke) dengan membentuk Koperasi Simpan Pinjam atau Pembiayaan Syariah. (Al-Hanaan)


Foto oleh Omotayo Tajudeen dari Pexels



Comments


bottom of page