Gula Semut Kulon Progo yang Diminati Pasar Mancanegara
- MyCity News

- May 19, 2020
- 2 min read

Gula menjadi satu di antara bahan yang wajib ada di dapur sebagai penyedap makanan. Indonesia sendiri memiliki beberapa jenis gula, yakni gula pasir, gula Jawa, gula aren, dan gula semut.
Berdasarkan statistik dari Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, produksi gula semut di Kabupaten Kulon Progo tercatat mencapai angka 4.621 ton.
Sementara itu, gula semut yang diekspor melalui Kabupaten Kulon Progo mencapai angka 1.696 ton dengan nilai ekspor 47,8 miliar rupiah, sedangkan sisanya sebanyak 2.925 ton diekspor melalui Kabupaten Bantul dan Purworejo (Jawa Tengah).
Gula semut tersebut diekspor menuju negara-negara di benua Eropa, Australia, Amerika hingga Asia Timur seperti Jepang. Salah satu upaya yang ditempuh untuk memasarkan gula semut Kulon Progo ke pasar global adalah melalui business matching atau kerja sama antar pelaku usaha yang dilakukan antara Indonesia dengan Rusia yang mana Indonesia mengenalkan gula semut dengan menyediakan kebutuhan gula semut di Rusia.
Bupati Kulon Progo pada periode yang lalu yakni Hasto Wardoyo pun mendukung penuh atas potensi ekspor gula semut di daerah yang dipimpinnya. Hal tersebut mengingat kebutuhan dunia pada gula semut Indonesia masih tinggi. Menurutnya, nilai ekspor gula semut tembus angka 48 ribu Dolar Amerika pada tahun 2017. Hal tersebut meningkat dibandingkan pada tahun 2014 yakni 34,7 ribu Dolar Amerika.
Hasto Wardoyo, melihat potensi tersebut sebagai kesempatan juga sebagai tantangan. Hal tersebut mengingat produk gula semut Kabupaten Kulon Progo sebagai produk unggulan daerah dan perlu adanya optimalisasi pengembangan produksi gula semut di Kabupaten Kulon Progo.
Gula semut sendiri adalah gula kelapa yang diolah dari nira pohon kelapa yang berbentuk kristal seperti gula pasir. Cara membuat gula semut secara manual atau konvensional adalah cara yang biasanya digunakan oleh produsen gula semut di Kulon Progo. Pada prinsipnya, cara membuat gula semut secara tradisional dimulai dari pohon kelapa yang disadap niranya. Kemudian, nira pohon kelapa disaring ke wajan yang sudah panas dan diberi ipah atau minyak kelapa bisa juga santan saat nira sudah mengeluarkan gelembung.
Langkah selanjutnya adalah nira diaduk menggunakan kayu atau bambu hingga nira mengental, setelah nira mengental wajan dapat diangkat dari tungku dan aduk nira hingga kentalnya merata dan akrhirnya mengering. Setelah nira menjadi gula, gula dihaluskan dengan menggunakan batok kelapa dan gula tersebut diayak atau disaring. Maka jadilah gula semut. (Arie Nugroho)



Comments