top of page

Gawat, Utang Garuda Indonesia Capai Rp18,38 Triliun

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 15, 2020
  • 2 min read


Dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI, Selasa (14/7/2020), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) ternyata memiliki utang sebesar Rp18,38 triliun.


Hal itu diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Cashflow atau arus kas Garuda Indonesia saat ini hanya sebesar 14,5 juta dolar AS atau sekitar Rp203 miliar.


Adapun, posisi pinjaman ke bank dan lembaga mencapai 1,313 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,38 triliun. Ada juga utang usaha dan pajak sebesar 905 juta dolar AS atau Rp12,67 triliun.


Baca Juga:



Padahal, data laporan keuangan Maret 2020, kas dan setara kas Garuda mencapai 163,32 juta dolar AS atau sekitar Rp2,29 triliun, turun dari Desember 2019 yang mencapai 299,35 juta dolar AS.


Dalam kesempatan itu, Irfan juga mengusulkan dana talangan pemerintah yang akan diberikan kepada Garuda nantinya bisa dalam bentuk penerbitan Mandatory Convertible Bond (MCB) atau Obligasi Wajib Konversi senilai Rp 8,5 triliun.


Obligasi wajib konversi itu akan diterbitkan bisa dengan tenor selama 3 tahun. Perseroan berharap dana talangan pemerintah tersebut bisa cair pada tahun ini. Obligasi konversi sederhananya adalah obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dari suatu perusahaan penerbit obligasi.


Hanya saja, usulan manajemen Garuda tersebut mendapat sorotan dari DPR, khususnya legislator dari komisi VI. Dalam forum resmi dengan direksi Garuda Indonesia itu, DPR mempertanyakan maksud dari pinjaman tersebut. Karena dikhawatirkan uang negara yang sudah dipinjamkan justru tidak bisa dikembalikan setelah waktu berjalan.


Irfan optimistis menegaskan pihaknya bakal mengembalikan dana yang sudah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ia pun menjelaskan mengapa pengajuan dana talangan bisa diberikan dengan mekanisme MCB selama 3 tahun.


"Kita prediksi 2 sampai 5 tahun konsensus. Banyak analis katakan 2023 baru recovery 100%, kembali seperti kondisi 2019. Kalau 5 tahun kami khawatir manage garuda take it to easy situasinya dan ini challenge [tantangan]," sebut mantan Dirut PT Inti (Persero) ini. (Arie Nugroho)


Comments


bottom of page