top of page

Enggan Beri ke Cina, Luhut Cari Investor Untuk Garap Logam Tanah Jarang

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 26, 2020
  • 2 min read


Indonesia memiliki sumber daya logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element. LTJ disebut-sebut bisa menjadi bahan baku pembuatan senjata. Oleh karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sedang mencari negara yang mau menjadi investor untuk LTJ.


Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sudah menawarkan itu ke negara-negara yang siap menjadi investor, salah satunya Amerika Serikat (AS). Saat ini, investor yang sudah siap adalah Cina.



"Ini kita juga memang dilematis, karena rare earth kan paling banyak diproduksi di Tiongkok, Amerika sendiri begitu di banned oleh Tiongkok itu kelabakan juga. Nah investor yang paling cepet sekarang itu Tiongkok, nah kalau kita semua kasih Tiongkok nanti semua mental," kata Luhut dalam disukusi pada Sabtu (25/7/2020).


Oleh sebab itu, Luhut masih mencari negara investor selain Cina untuk mengembangkan LTJ.

"Jadi kita ya memelihara ekuilibrium kita cari investor, apakah Amerika mau, kita coba atau yang lain," terang Luhut.


Meski Cina siap, ia tak mengizinkan Cina menggarap LTJ demi menjaga iklim investasi di Indonesia. Banyak yang harus dipertimbangkan untuk itu. Baginya, mencari investor tak sekadar mengembangkan sumber daya Indonesia, tetapi harus sesuai dengan kepentingan bangsa.


"Jadi kita harus melihat nasional interest kita, tidak sekedar hanya terima orang datang investasi, tidak begitu ceritanya. Ada perhitungan strategi kita, pertimbangan geopolitik sebelum memutuskan itu dan seberapa banyak yang akan kita berikan, nggak akan kita berikan semua," terang Luhut.



Ide penggunaan rare earth sebagai bahan pembuatan senjata merupakan hasil diskusi Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.


Sumber daya LTJ banyak ditemukan di daerah yang menghasilkan timah seperti Bangka Belitung. Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosma Djohan juga sudah berdiskusi dengan Prabowo terkait potensi penggunaan LTJ.


"Ini adalah mineral-mineral yang sangat memiliki potensi untuk ketahanan negara kita," kata Erzaldi di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (10/7/2020).



Erzaldi juga mengatakan Prabowo sudah mendiskusikan hal itu dengan Presiden Joko Widodo.


"Alhamdulillah dengan Pak Prabowo sudah menindaklanjuti ke Pak Presiden dan kita tunggu nanti kebijakan dari pemerintah," ucap Erzaldi. (Al-Hanaan)


Foto: Tri Susilo - CNBC Indonesia



Comments


bottom of page