Curhat Dirut Garuda ke DPR: Hanya 15 Penumpang Sekali Terbang
- MyCity News

- Jul 7, 2020
- 1 min read

Pandemi Covid-19 menghancurkan perekonomian Indonesia, khususnya dari segi bisnis. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengaku mendapatkan dampak yang amat parah.
Meski Pemerintah telah menerapkan masa transisi new normal dan mengizinkan maskapai penerbangan untuk kembali beroperasi, keterisian penumpang esawat masih belum membaik.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menceritakan kondisi tersebut saat rapat Panja Pemulihan Pariwisata, Selasa (7/7/2020), dengan Komisi X DPR. Menurut dia, jumlah penumpang sangat sepi.
Baca Juga:
"Sebelum COVID-19 kita punya 16 penerbangan ke Denpasar. Hari ini hanya satu dan isinya hanya 15 orang sampai 20 orang saja," ujarnya.
Faktor pertama yang menyebabkan rendahnya okupansi maskapai penerbangan, menurut Irfan, adalah belum membaiknya kepercayaan masyarakat untuk kembali bepergian karena pandemi virus corona.
Dia mengatakan, saat ini kriteria penumpang sebagian besar merupakan mereka yang memang terpaksa terbang, bukan wisatawan.
Sepinya industri maskapai penerbangan itu lantas berimbas pada naiknya harga tiket pesawat. Atas dasar itu juga, dia mengakui sulit memenuhi permintaan masyarakat untuk menurunkan harga tiket pesawat.
"Harga tiket ini memang evaluasi yang terus kita lakukan, betul penting untuk harga yang murah, tapi mohon dipahami hari ini industri penerbangan mengalami pukulan cukup besar. Jumlah penumpang tinggal 10 persen, kalau didiskon lagi harga rendah mungkin klasifikasi kita sebentar lagi menjadi makin sulit," pungkas Irfan. (Arie Nugroho)



Comments