Covid-19 Meluluhlantakkan Bisnis UMKM Telur Asin di Brebes
- MyCity News

- May 19, 2020
- 1 min read

Pandemi Covid-19 meluluhlantakkan perekonomian Indonesia. Para perajin telur asin yang menjadi oleh-oleh khas dari Brebes Jawa Tengah, turut merasakan dampaknya.
Bagi para perajin dan pelaku UMKM telur asin di Brebes, Hari Raya Idul Fitri seharusnya menjadi momen untuk menambah produksi hingga berlipat-lipat. Namun, harapan tersebut harus kandas.
Bukannya mendapatkan peningkatan pesanan atau jumlah pembeli, pemasukan para perajin telur asin menurun drastis akibat kebijakan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Satu di antara perajin telur asin yang merasakan dampak dari pandemi Virus Covid-19 adalah Dinah. Pemilik telur asin HTM di Desan Pesantunan itu mengaku sudah tak memproduksi banyak telur asin sejak PSBB diberlakukan.
"Kalau saat saat seperti ini, biasanya kami mengasinkan 70 sampai 80 telur asin untuk memenuhi permintaan pelanggan dan pemudik. Sekarang hanya membuat kurang dari 10 ribu butir," ujarnya.
Setali tiga uang dengan Didit, perajin telur asin Tip Top di Kelurahan Gandasuli. Dia mengaku penjualan telur asin miliknya turun hingga 90 persen selama pandemi Covid-19.
"Adanya pembatasan (PSBB), mudik dilarang, jadinya omzet turun. Kalau dihitung hitung sampai 90 persen dari normal," tutur dia.
Pemerintah Indonesia saat ini mengimplementasikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 dengan memberikan dukungan pada dunia usaha demi merespons dampak Covid-19 terhadap perekonomian dalam negeri.
Satu di antara program itu adalah dukungan fiskal untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) melalui stimulus kredit UMKM.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memaparkan, pemerintah sendiri menaruh perhatian besar untuk dunia usaha khususnya UMKM. Cara itu merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi. (Arie Nugroho)



Comments