Cina Murka AS Jual Pesawat Tempur ke Taiwan
- MyCity News

- May 20, 2020
- 2 min read

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan suku cadang pesawat tempur F-16 dan pesawat militer lainnya senilai hampir 330 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun.
Hal tersebut berbuntut kemarahan Cina. Itu karena langkah tersebut membahayakan kerja sama antara AS dan Cina. Penjualan suku cadang dan pesawat militer AS ke Taiwan dinilai sebagai cacat dalam hubungan antara AS dan Cina.
Ini karena Cina menganggap Taiwan, yang memiliki aturan negara sendiri, adalah bagian dari wilayahnya. Taiwan masih perlu menyelesaikan detail penjualan dengan perusahaan AS.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Cina Geng Shuang mengatakan penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan merugikan kedaulatan serta kepentingan keamanan China.
Cina sangat menentang penjualan senjata yang direncanakan dan telah menyerukan "pernyataan keras" kepada AS. Demikian kata Geng Shuang dalam briefing harian di Beijing.
Cina mendesak AS untuk menarik rencana penjualan dan menghentikan kontak militer dengan Taiwan. Tujuannya untuk menghindari bahaya serius dalam kerja sama Cina-AS di wilayah utama, dan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Kementerian Pertahanan Cina, dalam sebuah pernyataan terpisah, juga mengutuk rencana penjualan tersebut. Kementerian Pertahanan Cina menambahkan militer Cina memiliki tekad "teguh dan tak tergoyahkan" untuk melindungi kedaulatan dan integritas teritorial negara.
Cina sangat curiga terhadap niat AS terhadap Taiwan, yang dilengkapi dengan persenjataan buatan AS. Taiwan juga ingin Washington menjual peralatan yang lebih canggih padanya, termasuk jet tempur baru.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Kantor Kepresidenan Taiwan berterima kasih kepada AS atas dukungan itu. Taiwan menyatakan akan terus "memiliki komunikasi dan kerja sama yang erat" dengan Washington untuk berbagai masalah termasuk keamanan.
Pembelian 330 juta dolar AS mencakup suku cadang untuk "F-16, C-130, F-5, Indigenous Defence Fighter (IDF), semua sistem pesawat terbang dan subsistem lainnya, dan elemen terkait lainnya dari logistik dan dukungan program," kata Pentagon. (Arie Nugroho)



Comments