top of page

Bos BCA: UMKM Harus Punya Super Apps agar Produk Lokal Berkembang

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 31, 2020
  • 1 min read


Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja menilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia kalah kompetitif sehingga sulit masuk ke dalam platform e-commerce terkemuka.


Hal itu disampaikan dalam acara High Impact Seminar dan Kick Off Program BI dalam GerNas Bangga Buatan Indonesia bertema "Mewujudkan UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional: Sinergi Program Transformasi UMKM Memasuki Ekosistem Digital" secara virtual, Minggu (30/8/2020).


"Shopee, Tokopedia, dan lainnya sebagian besar mereka masih menjual produk impor. UMKM kita belum punya super apps yang bisa menempatkan produk lokal. Ini yang perlu ditekankan, apabila kalau kita minta buatan Indonesia untuk berkembang," katanya.



Jahja mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam mendukung UMKM. BI, misalnya, sudah meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan pembayaran.


Namun, baginya yang tak kalah penting adalah pasar dalam platform e-commerce. Ia juga menekankan kerja sama dengan daerah untuk memajukan UMKM.



"Kalau pasar tradisional ada, kita butuh pasar platform e-commerce yang bisa (menjangkau) secara nasional," imbuh Jahja.


Selanjutnya, ia berharap platform e-commerce bisa menampung sleuruh pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk mereka. (Al-Hanaan)


Foto: Okezone Ekonomi



Comments


bottom of page