top of page

Berbagai Jurus Ampuh Pertamina Hadapi Pandemi Covid-19

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 18, 2020
  • 2 min read


Rencana belanja modal PT Pertamina (Persero) adalah sebesar 7,8 miliar dolar AS. Namunm baru 21% yang terealisasi atau sebesar 1,62 miliar dolar AS. Untuk itu, mereka akan melakukan peninjauan kembali rencana belanja modal perseroan.


Menurut Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini peninjauan kembali rencana investasi perlu dilakukan mengingat di masa pandemi Covid-19 ini perseroan harus melakukan penghematan pengeluaran.


"Dari sisi capex (belanja modal), kami lakukan revisi (peninjauan kembali). Kami sangat selektif karena harus cash saving (penghematan arus kas) dan meminimalkan cash out (pengeluaran anggaran) di 2020 ini," tutur Emma dalam sebuah diskusi virtual.


Baca Juga:


Tidak hanya pemotongan investasi, perseroan juga akan memangkas biaya operasi sebesar 30% atau sekitar 3 miliar dolar AS. Sejalan dengan rencana penghematan biaya ini, perseroan pun akan melakukan renegosiasi sejumlah kontrak yang ada saat ini.


Perseroan juga melakukan pendanaan ulang atau refinancing utang jangka panjang untuk mendapatkan biaya dengan bunga yang kompetitif. Pada kuartal I tahun ini perseroan telah melakukan refinancing sebesar 0,6 miliar dolar AS.


"Refinancing hutang jangka panjang dari sisi assets liability management juga kami lakukan," ujarnya.


Meski terdapat sejumlah penghematan, namun menurutnya perseroan tidak akan menghentikan sejumlah proyek besar yang tengah dibangun seperti proyek peningkatan kapasitas kilang yang menjadi bagian dari Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan maupun kilang baru Tuban.


Adapun proyek RDMP dan pembangunan kilang baru tersebut menurutnya tetap ditargetkan mengandung tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 30% dari nilai kontrak.


"Meski di tengah Covid, tetap kami memaksimalkan proyek harus tetap berjalan karena apabila dihentikan akan berdampak berkali lipat ke yang lainnya, seperti pengangguran bisa meningkat, proyek terlambat dan lain sebagainya," tuturnya. (Arie Nugroho)





Comments


bottom of page