top of page

Berada di Ambang Kebangkrutan, Pemerintah Suntik Dana Rp370 Miliar ke Industri Penerbangan

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 15, 2020
  • 2 min read


Pemerintah mengkaji stimulus bagi industri penerbangan yang terdampak pandemi Covid-19. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan setidaknya butuh Rp370 miliar untuk dibagikan kepada industri penerbangan pada periode Agustus-Desember 2020.


Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menjelaskan, bahwa transportasi udara menjadi isu penting di tengah pandemi Covid-19 untuk diperhatikan. Menurutnya, perlu keseimbangan untuk menggairahkan industri ini, tanpa meninggalkan protokol kesehatan.


"Pada bulan Agustus ini kita berharap bisa memberikan stimulus-stimulus untuk mendorong transportasi udara yang kita tahu semua bahwa pada bulan Maret, April, Mei, kita melakukan lockdown awalnya. Kemudian kita saat ini sudah mencapai 45% traffic pada hari ini kita ke depan akan kita tetap maju," ujarnya dalam sebuah webinar.


Baca Juga:


Total usulan biaya stimulus transportasi udara mencapai Rp 370.431.163.000. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 91.120.688.000 digunakan sebagai pelaksanaan kalibrasi fasilitas keselamatan penerbangan.


Insentif ini diberikan kepada sejumlah stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan kalibrasi fasilitas navigasi penerbangan dan pendaratan untuk keselamatan penerbangan seperti LPPNPI atau AirNav, PT AP I dan PT AP II. Anggaran untuk insentif ini sudah ditelaah di DJA Kemenkeu tanggal 4 Agustus 2020 dengan kebutuhan Rp 91.120.688.000.


Stimulus berikutnya adalah pembebasan biaya PJP2U untuk calon penumpang pesawat udara. Rencana pemberian stimulus bagi pengguna transportasi udara dengan total asumsi sebanyak 2.593.607 penumpang.


Angka ini dengan mempertimbangkan data peningkatan pengguna jasa transportasi udara di 13 lokasi Bandar Udara pendukung destinasi pariwisata seperti wilayah Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang, Bali, Banyuwangi, dan Kep. Riau. Kebutuhan anggarannya sebesar Rp.279.310.475.000, namun belum ditelaah oleh Kemenkeu


"Program untuk menstimulus, stimulus yang sudah kita lakukan ada dua hal ini dan nantinya akan kita buka juga untuk hal-hal yang lain," kata Novie. (Arie Nugroho)




Comments


bottom of page