top of page

Begini Prediksi Masa Depan Bisnis Kopi di Indonesia

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 21, 2020
  • 2 min read


Salah satu pemateri di seminar bertajuk Workshop Coffeepreneur, Aljunishar atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Agam, mengungkapkan perihal masa depan bisnis kopi di Indonesia.


Kopi merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Sejak dulu hingga sekarang, minuman yang satu ini memang tetap menjadi primadona.


Para penikmat pun kopi di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya bisnis kedai kopi atau coffee shop di berbagai kota di seluruh Indonesia.


Baca Juga:


"Perkembangan bisnis kopi masih terbuka. Tetapi, akan naik secara signifikan sepertinya belum. Apalagi, dengan kondisi ekonomi yang belum membaik," ujar Agam kepada MyCity, Selasa (21/7/2020).


"Tetapi, peluang tetap ada. Yang terjadi itu adalah penambahan bisnis model. Orang minum kopi dulu hanya ke kafe. Kini, mereka minum kopi di rumah," dia menambahkan.


Saat ini bisnis kedai kopi atau coffee shop menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan berkembangnya tren minum kopi di kedai kopi atau biasa disebut nongkrong.


Minum kopi kini tidak hanya identik dengan kegiatan yang dilakukan oleh kaum bapak saja, anak muda pun menjadikan kegiatan minum kopi sebagai sebuah lifestyle dan sebagai sarana menunjukkan eksistensi mereka.


"Orang yang dulunya minum kopi sachet beralih ke real coffee. Itu yang saya rasa lebih berkembang. Kemudian, bagaimana orang mendapatkan minuman kopi lebih gampang. Itu yang akan menjadi tren baru," tutur dia.


"Kalau kita lihat tren di Cina dan Jepang, di manapun mereka berada bisa mendapatkan kopi dengan cepat. Dia bisa pick up dengan cepat," dia memungkasi.


Agam merupakan merupakan pendiri Fakultas Kopi, Processing Consultant, dan Coffeeshop Planner. Dia menjadi pemateri di seminar bertajuk Workshop Coffeepreneur yang berlokasi di ScaleUp Coffee & CoWork di Jalan H. Junaedi, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2020). (Arie Nugroho)




Comments


bottom of page