top of page

Akibat Pandemi, Perusahaan Minyak BP Bakal Rugi Hingga 2050

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 5, 2020
  • 1 min read

Updated: Aug 11, 2020



Perusahaan minyak, BP melaporkan kerugian bersih sebesar US$ 16,8 miliar atau setara Rp 246 triliun (asumsi Rp 14.702/US$) pada kuartal II (Q2) 2020. Kerugian ini disebabkan oleh kejatuhan harga selama pandemi Covid-19.


"Dampak parah yang sedang berlangsung dari pandemi Covid-19 terus menciptakan lingkungan perdagangan yang fluktuatif dan menantang," kata perwakilan BP dalam laporan pendapatan, Selasa (4/8/2020), dilansir dari AFP.

Laporan pendapatan itu menunjukkan prospek harga komoditas dan permintaan minyak tidak pasti di masa depan.


Kerugian ini sudah diprediksi sebelumnya oleh para analis dari survei Refinitiv. Sebelum pandemi Covid-19, BP mendapat laba bersih sebesar US$2,8 juta (Rp40,83 miliar) pada Q2 2019.


BP juga mengumumkan dividen sebesar 5,25 sen per saham untuk Q2. Jumlah ini turun sebesar 5,25 atau dua kali lipat untuk tiga bulan pertama 2020.


Pada Juli 2020, BP dikenai biaya penurunan nilai non-tunai dan penghapusan pada Q2. Perkiraan agregat BP sebesar US$ 13 miliar (Rp189,7 triliun) hingga US$ 17,5 miliar (Rp255,4 triliun) setelah dipotong pajak.


Pandemi Covid-19 tak hanya menurunkan harga minyak pada saat ini tetapi juga berdampak hingga tahun 2050. CNBC International mencatat saham BP turun 40% lebih year-to-date (YtD).

Pada Selasa (4/8/2020) pagi, patokan internasional berjangka minyak mentah Brent diperdagangkan pada US$ 43,85 per barel atau turun hampir 0,7%. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada pada US$ 40,78 atau sekitar 0,6% lebih rendah.


Para analis memprediksi harga minyak dan gas akan turun selama Q2 2020 akibat lockdown pandemi Covid-19. Melihat situasi ini, tak hanya perusahaan minyak BP saja yang merugi. (Al-Hanaan)


Foto: Arnd Wiegmann - Reuters



Comments


bottom of page