top of page

6 Perusahaan Ini Meraup Keuntungan Tak Terkira Selama Pandemi Covid-19

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jun 10, 2020
  • 2 min read


Pandemi Covid-19 menghancurkan perekonomian Amerika Serikat (AS) dari berbagai sisi. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terjadi di mana-mana.


Seperti dinukil CNN International, Rabu (10/6/2020), krfisis ini mendorong 21 persen angkatan kerja di AS mengajukan tunjangan pengangguran sejak bulan Matret lalu.


Beberapa ekonom menyebutkan bahwa AS bakal sulit bangkit dari resesi ini. Setidaknya, Negeri Paman Sam membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk benar-benar pulih dari Pandemi Covid-19.


Berbagai restoran, bar, kantor, dan pusat kebugaran yang tadinya ramai mendadak kosong. Meski demikian, ada pula beberapa bisnis di AS yang mendapatkan untung besar akibat Pandemi Covid-19. Apa saja?


1. Video Game


Jenis permainan seperti tembak-menembak, sepak bola, dan binatang lucu menjadi terfavorit di AS. Alhasil, perusahaan gim yang memproduksi permainan dengan genre ini mendapatkan keuntungan besar.


Perusahaan Activision Blizzard, perusahaan yang membuat gim Call of Duty menjadi satu di antaranya. Pada kuartal pertama 2020, penjualan gim ini mencapai 1,52 miliar dolar AS, naik 21 persen dibandingkan dengan tahun lalu.


2. Clorox Company dan Reckitt Benckiser


Pandemi Covid-19 menghadirkan kebiasaan baru bagi masyarakat, yakni sterilisasi dan bersih-bersih. Alhasil, produsen alat pembersih di AS, Clorox dan Reckitt Benckiser, mendapatkan keuntungan besar.


Pekan lalu, Clorox mengumumkan bahwa penjualannya di kuartal pertama tahun ini melonjak hingga 15 persen didorong meningkatnya permintaan segmen pembersih yang meliputi tisu dan cairan pembersih sebesar 32 persen.


3. Peloton


Perusahaan pembuat produk alat olahraga di rumah melaporkan pertumbuhan pendapatan hingga 66 persen serta peningkatan keanggotaan aplikasinya sebesar 30 persen. Perusahaan pun lantas mengerek proyeksi tahunannya dan berharap permintaan tetap meningkat.


4. Publix dan Kroger


Meningkatnya kebutuhan rumah tangga atas makanan jadi juga menguntungkan beberapa pedagang grosir terbesar di negara itu, yang tetap dibuka selama pandemi.


Publix mengatakan bahwa penjualan untuk tiga bulan pertama tahun ini melonjak 10 persen menjadi US$1 miliar dengan pertumbuhan setidaknya sebesar 14,4%.


Kroger juga mendapat cuan cukup besar. Mereka baru-baru ini mengumumkan lonjakan penjualan hingga 30 persen sepanjang Maret. Barang terlarisnya adalah makanan kotak dan produk pembersih dan kertas. Swalayan modern itu berharap laba kuartal mereka lebih baik dari yang diharapkan.


5. Beyond Meat


Pendapatan Beyond Meat naik lebih dari dua kali lipat pada kuartal pertama. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, penjualan mencapai US$97,1 juta atau naik 141 persen dari US$40,2 juta pada periode yang sama tahun lalu.


CEO Ethan Brown mengungkap pendapatan tersebut melebihi harapan perusahaan. Di Amerika Serikat, penjualan ritel tumbuh 157 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan daging berada dalam posisi yang kuat ketika AS menghadapi kekurangan daging nasional.


6. 3M


3M mengatakan virus corona tersebut mendorong pertumbuhan kuat untuk produk keamanan pribadinya, termasuk gaun dan masker respirator N95 yang dibutuhkan oleh para profesional medis. Pendapatan kuartal pertama tumbuh hampir 3 persen menjadi US$8,08 miliar. Lonjakan tersebut didukung pertumbuhan 21 persen di segmen layanan kesehatan dan 4,6 persen pada barang-barang konsumen, seperti spons Scotch-Brite. (Arie Nugroho)



Comments


bottom of page