top of page

4 Resep Kemenperin Pacu Daya Saing Global IKM Kerajinan

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 20, 2020
  • 2 min read


Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) sektor kerajinan untuk berperan dalam rantai pasok global. Untuk itu, penguatan struktur manufaktur dan daya saing mutlak diperlukan.


"Hal ini sebagai tindak lanjut arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo. Kami bertekad untuk semakin mengembangkan berbagai produk kerajinan dalam negeri, baik yang berbahan dasar logam, anyaman, kayu, atau juga berbasis fesyen," kata Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Rabu (19/8/2020).

Hasil Musyawarah Nasional (Munas) Dekranas, Dekranas merangkul lebih banyak pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan industri kerajinan di Indonesia. Butuh kerja sama untuk meningkatkan daya saing IKM di sektor kerajinan dan fesyen.


"Tidak hanya triple helix, tapi juga pentahelix, yaitu akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media," ucap Gati.


Sebagai Sekretaris Jenderal Dekranas, semua pihak akan memperluas akses pasar dan mempercepat penerapan industri 4.0 di sektor kerajinan.


"Jadi, selain dipasarakan secara offline, juga mulai gencar ke arah online karena kondisi pandemi saat ini. Oleh karena itu, ekosistem perlu dikuatkan untuk mengangkat potensi kerajinan Indonesia," tutur Gati.


Dekranas juga akan mendampingi dan membantu pemerintah dalam pembinaan pengrajin IKM atau pelaku usaha IKM.


"Yang dilakukan Dekranas membantu kementerian dan lembaga. Dalam program lima tahunan Dekranas, di antaranya mendorong masyarakat bangga terhadap produk buatan Indonesia," imbuh Gati.

Untuk itu, ketersediaan bahan baku, pemanfaatan teknologi, penguatan kualitas SDM, dan alur distribusi ke pasar yang lancar berperan penting untuk meningkatkan daya saing produk industri.


"Dari sini, pasar produk kerajinan bisa diserap dari belanja negara (APBN dan APBD) melalui jaringan Dekranas dan Dekranasda (provinsi, kabupaten/kota)," papar Gati.


Lebih jauh, Dekranasda berperan sebagai kurator produk unggulan daerah masing-masing sekaligus mempromosikan potensi daerah di berbagai kesempatan, seperti acara Munas Dekranas.


"Artinya, mereka akan menjadikan dirinya sebagai ruang pamer. Kalau bagus, berarti sukses membina pengrajin di daerahnya," ujarnya.

Gati melihat ada peluang cerah di sini. Ia mengamati banyak orang yang menggunakan produk daerah sendiri ketimbang produk asing.


Dengan demikian, tugas para pengurus Dekranasda sebagai kurator bisa meningkatkan pemakaian dan citra produk kerajinan unggulan daerah masing-masing.


"Apalagi, saat ini produk kerajinan nasional mampu bersaing dengan barang impor dan telah banyak diminati oleh konsumen mencanegara. Pasar ekspor kerajinan paling banyak ke Eropa, Amerika Serikat, dan negara Asia lainnya," ungkap Gati.


Munas tahun ini, Dekranas menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Telekomunikasi Indonesia untuk membantu pemberian paket internet berkecepatan 10Mbps untuk 500 IKM/UKM binaan Dekranas selama 12 bulan.

Inilah wujud salah satu program kerja Dekranas untuk mempercepat digitalisasi pasar kerajinan menuju industri 4.0.


"Kalau di Kemenperin, sudah punya e-Smart IKM. Hal ini juga dapat memudahkan akses mereka ke tiap marketplace. Banyak program dari pemerintah untuk membuka wawasan para IKM agar melek digital," jelas Gati. (Al-Hanaan)


Foto: Kemenperin


Comments


bottom of page