Wujudkan Program Nawacita, AMMDes Sukses Turunkan AKI dan AKB
- MyCity News

- Aug 13, 2020
- 3 min read

Masyarakat di berbagai daerah merasakan manfaat Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Ini merupakan salah satu wujud nyata implementasi pada program Nawacita sebagai upaya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa.
"Kami bertekad untuk semakin memacu pengembangan inovasi AMMDes dengan berbagai aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Yang pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan mendukung kemajuan di desa," kata Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP), Kementerian Perindustrian, Kamis (13/8/2020).
Manfaat AMMDes tampak dari hasil proyek percontohan AMMDes ambulance feeder di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Berkat AMMDes ambulance feeder, ibu hamil mudah menjangkau fasilitas kesehatan dan pelayanan yang baik.
"Jadi, pilot project di Kabupaten Lebak tersebut merupakan satu dari berbagai pilot project yang kami laksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, manfaat yang dihasilkan AMMDes ambulance feeder juga merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, meliputi pemerintah pusat, daerah, pihak swasta dan lainnya yang ikut serta dalam pilot project ini," papar Putu.
Menurut data Puskesmas Bojongmanik per Juli 2020, tidak ada kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) turun dari enam kasus pada 2019 menjadi satu kasus.
"Pada awalnya, AMMDes dirancang untuk membantu masyarakat di sektor pertanian, tetapi seiring hasil pilot project yang kami lakukan di Kabupaten Lebak, maka terlihat bahwa AMMDes bisa juga difungsikan untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan," kata Putu.
Di Jawa Barat dan Riau, AMMDes dimanfaatkan untuk pengolahan serabut kelapa. Di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, AMMDes digunakan di kawasan perkebunan pisang yang berorientasi ekspor.
"Untuk pilot project di Tanggamus tersebut, telah mampu menurunkan 25% kerusakan pisang yang akan diekspor, dan ini tentu membantu untuk meningkatkan penghasilan petani setempat," terang Putu.
Ketika terjadi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, AMMDes dikerahkan sebagai mesin penjernih air.
"Melalui fungsinya ini, AMMDes mampu melayani kebutuhan air bersih untuk 9.000 orang dan menjual air minum dalam galon untuk 1.850 kepala keluarga (KK)," terang Putu.
Di sisi lain, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Yusra mengatakan keberadaan AMMDes berguna untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa khususnya di bidang pertanian dan kesehatan.
"Sembilan desa di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak mengalokasikan dana desa untuk pelayanan publik bidang kesehatan dan pencegahan stunting melalui AMMDES pengumpan ambulans," papar Yusra.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) Reiza Treistanto menyampaikan proses produksi AMMDes KMWI melibatkan 63 vendor lokal. Sebanyak 50% vendor lokal adalah industri kecil menengah (IKM) dan 70% komponen dipenuhi lokal.
Penggunaan AMMDes sebagai ambulance feeder bisa menjangkau daerah terpencil yang sulit dijangkau kendaraan konvensional seperti ambulans milik puskesmas.
"AMMDes memiliki daya jelajah yang tinggi di berbagai medan serta dimensi yang kompak dan bobot ringan. Dengan satu liter solar, AMMDes ini mampu menempuh jarak 20 km dengan kondisi jalan yang mixed," kata Reiza.
Saat ini, KMWI sudah memproduksi ambulance feeder Mark IV dengan berbagai fasilitas medis dan teknis seperti tabung oksigen, boks bayi, sirene, winch, dan lainnya.
"Ambulance feeder Mark IV ini merupakan hasil penyempurnaan dari tahapan monitoring, evaluation, learning, and adaptable (MELA) yang melibatkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta spesialis anak. Kami juga rutin berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Lebak dalam menjangkau fasilitas kesehatan," tutup Reiza.
Selain itu, KMWI memberikan pelatihan operator AMMDes serta pelatihan medis untuk mendukung pemanfaatannya di lapangan. (Al-Hanaan)
Foto: Kemenperin



Comments