WhatsApp Pay Segera Hadir di Indonesia?
- MyCity News

- Jun 26, 2020
- 2 min read

Facebook pada 16 Juni lalu secara resmi meluncurkan WhatsApp Payment, yakni fitur layanan pengiriman uang. Uniknya, WhatsApp Payment diluncurkan di Brasil, padahal selama ini Facebook melakukan uji coba layanan di India.
Pada Februari 2018, WhatsApp membuat fitur pembayaran di dalam aplikasinya. Namun, layanan ini belum dioperasikan secara global dan hanya tersedia di India.
WhatsApp kemudian berupaya memperluas fitur pembayaran ini ke berbagai negara secara bertahap. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengirimkan uang ke pengguna WhatsApp lainnya.
Baca Juga:
Kehadiran WhatsApp Payments tak terlepas dari telah terintegrasinya Unified Payment Interface (UPI) yang didukung berbagai bank di Negeri Bollywood tersebut, seperti State Bank of India, ICIC Bank, HDFC Bank, hingga Axis Bank.
Untuk dapat menikmati layanan WhatsApp Payments, pengguna hanya perlu masuk ke bagian 'Settings'. Setelah itu, dilanjutkan verifikasi nomor telepon melalui SMS dan memilih bank. Opsi Payments kemudian akan tersedia di interface utama WhatsApp.
Pada Januari 2019, WhatsApp meng-upgrade aplikasi ini. Dalam update pertama pada WhatsApp Pay versi beta tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur autentikasi sebagai lapisan keamanan tambahan. Fitur tersebut diluncurkan pada beta update WhatsApp versi 2.19.3.
Pembaruan ini berlaku untuk perangkat Android. Adapun versi minimal dari sistem operasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan fitur tersebut adalah Android Marshmallow, dan tentunya perangkat harus memiliki pemindai sidik jari.
Fitur autentikasi itu bisa menggunakan sidik jari yang sudah terdaftar pada ponsel atau memasukkan sidik jari baru melalui aplikasi. Fungsi tersebut sama seperti yang diterapkan pada Google Pay dan Samsung Pay.
Sejak dirilis di India pada Februari 2018 hingga Mei 2019, WhatsApp Pay masih dalam masa percobaan. Layanan ini belum bisa melakukan pembayaran di merchant, masih sebatas transfer uang. Namun, jumlah penggunanya sudah cukup menggembirakan, di kisaran 1 juta orang.
"Saya percaya kemudahan mengirim uang ke seseorang akan sama seperti dengan mengirim foto," kata CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.
"Kami sedang mengujicoba di India saat ini di WhatsApp, kami berharap meluncurkann di beberapa negara lain dalam suatu waktu, tapi saya tidak ingin membuka jadwalnya. Ini adalah sesuatu yang kami kerjakan secara aktif," dia menambahkan.
WhatsApp Pay Rambah Indonesia
WhatsApp Pay diperkirakan akan tumbuh pesat di Indonesia dan menjadi saingan terberat layanan pembayaran digital lokal. Demikian penilaian dari mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.
Dia mengatakan, kompetisi layanan pembayaran digital tidak hanya pada taraf nasional seperti Gopay dan LinkAja. Namun Indonesia juga harus bersaing dengan pemain global. Secara khusus dia menunjuk aplikasi pesan WhatsApp yang disebutnya kini ditambah fitur pembayaran.
Kendati belum hadir di Indonesia, kehadiran WhatsApp Pay tetap perlu diwaspadai. Alasannya, sebagian besar pengguna ponsel di Indonesia mempunyai WhatsApp, sehingga sebenarnya lebih mudah menjangkau banyak orang.
"Di Indonesia itu, hampir setiap orang pakai WhatsApp. Jadi, secara psikologis sudah terbiasa. Kalau misalnya nanti ditambah dengan pembayaran, itu makin convenient," kata Rudiantara melanjutkan.
Namun dia mengatakan kehadiran WhatsApp Pay memang masih tergantung pada regulasi di Indonesia. Hanya, menurut dia, pelaku platform digital lokal memang harus sudah mempersiapkan diri.
"Jadi bukan hanya operator konsolidasi, tapi juga platform. Kalau yang satu efisiensi, yang satu untuk menjaga pasar. Banyak perkembangan di luar infrastruktur, lebih dinamis malah," tutur dia. (Arie Nugroho)



Comments