Walt Disney Ikut-ikutan Blokir Facebook
- MyCity News

- Jul 20, 2020
- 2 min read

The Walt Disney Company menjadi satu dari sekian perusahaan yang melakukan boikot iklan di kanal media sosial Facebook. Disney mengikuti jejak perusahaan besar lainnya seperti Unilever dan The North Face yang melakukan langkah serupa.
Perusahaan-perusahaan besar tersebut juga mengatakan tidak akan ada komitmen untuk menghentikan iklan setelah bertemu CEO Facebook, Mark Zuckerberg.
Hal itu dilakukan karena Facebook dinilai tidak gamblang dalam menangani kasus ujaran kebencian dan konten kontroversial yang bertebaran di media sosial tersebut.
Walaupun Disney sudah melakukan pemblokiran, namun jangka waktunya masih belum diketaui. Sedangkan perusahaan besar lainnya akan menyetop iklan hingga akhir tahun 2020 ini.
Selain Facebook, Disney juga menghentikan sementara iklan dalam bentuk layanan streaming di Instagram.
Tanggapan Facebook Terhadap Boikot Iklan
Menurut perwakilan dari Facebook, pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan ini cukup banyak. Hal ini membuat Facebook akan melakukan kerja sama dengan berbagai kelompok untuk menanggapi hal tersebut.
Baca Juga: Iran Eksekusi Mati Mata-mata AS & Israel
Perwakilan Facebook tersebut juga menyatakan bahwa mereka akan menggandeng kelompok pembela hak sipil dan berbagai ahli dalam bidangnya untuk membuat alat dan kebijakan agar Facebook bisa makin baik.
Untuk informasi, uang yang dihasilkan Facebook dari iklan tersebut tidak main-main. Jumlah yang diterima sepanjang tahun 2019 adalah US$69,7 miliar atau sekitar Rp975 triliun.
Akan tetapi, iklan tersebut tidak berasal dari berbagai perusahaan besar seperti Unilever atau Coca-Cola. Penyumbang besar penggunaan iklan adalah bisnis dengan skala kecil dan UMKM.
Menurut data yang dirilis oleh Pathmatics, jumlah pengiklan yang ada di Facebook pada awal tahun 2020 mencapai lebih dari 8 juta pengguna.
Perusahaan raksasa hanya menyumbang US$4,2 miliar terhadap pendapatan yang dihasilkan oleh iklan. Jumlah tersebut hanyalah sekitar 6 persen dari total pendapatan iklan.
Analis eMarketer Nicole Perrin juga mengatakan bahwa mayoritas dari pengguna iklan Facebook adalah pengusaha kecil dan menengah.
Menurutnya, keuntungan yang diterima Facebook sangat bergantung dari jumlah iklan pebisnis skala kecil. (Dimas Satrio)
Foto: Istimewa



Comments