Ternyata, Radiasi Bisa Perpanjang Usia dan Tekan Risiko Kanker
- MyCity News

- Jul 23, 2020
- 2 min read
Updated: Jul 24, 2020

Pada Rabu (22/7/2020) pukul 9.00-10.00 WIB, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) mengadakan gelar wicara bertajuk "Radiofobia di Masyarakat" di Volare 103.4 FM Pontianak.
Kata "radiasi" dan "nuklir" terdengar mengerikan di telinga orang awam. Apalagi jika kedua kata tersebut digabungkan. Pikiran kebanyakan orang akan mengarah ke bom, ledakan reaktor nuklir Chernobyl, atau berbagai bencana nuklir lainnya. Fenomena ini dinamakan radiofobia.
Narasumber gelar wicara, Mukhlis Akhadi mengatakan radiasi adalah fenomena pancaran energi dari sumber ke lingkungan. Ia mencontohkan matahari sebagai salah satu sumber radiasi karena memancarkan energi berupa cahaya tampak hingga ke bumi.
"BATAN hanya menangani radiasi yang khusus, yakni radiasi pengion yang dapat mengionisasi materi yang dilaluinya. Contoh radiasi ini adalah sinar-X yang digunakan di rumah sakit," jelas Mukhlis.
Mukhlis menyebut ruang angkasa dan gas radon di sekitar rumah sebagai sumber radiasi pengion. Dalam orde mikro Sievert, kadarnya sangat rendah sehingga aman. Penggunaan radiasi akan aman selama mempertimbangkan risiko yang lebih kecil dibandingkan manfaatnya, jumlah orang dan peluang terpaparnya radiasi, serta limitasi dosis radiasi yang digunakan.
"Radiasi itu ibaratnya seperti pisau, harus dipegang oleh orang yang telah mengerti ilmu proteksi radiasi, radiasi bermanfaat bila dosisnya tepat, dan berbahaya bila dosisnya berlebihan, seperti kita mengkonsumsi obat saja," terang Mukhlis.
"Warga di sekitar fasilitas nuklir juga tidak perlu merasa khawatir kesehatannya terganggu, karena fasilitas nuklir menerapkan sistem keselamatan yang ketat dan aktivitasnya diawasi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)," lanjut Mukhlis.
Terakhir, Mukhlis menyebut daerah dengan tingkat radiasi alami yang tinggi seperti Pantai Kerala, di India dan Provinsi Guangdong, di Cina. Dampak positif radiasi bisa memperpanjang usia dan menekan risiko kanker.
"Masyarakat Kerala memiliki rata-rata usia harapan hidup sekitar 10-15 tahun lebih lama. Sedangkan penduduk Guangdong, presentase penderita kanker lebih rendah dibandingkan dengan daerah normal lainnya," ungkap Mukhlis.
"Ilmuwan berpendapat bahwa sel-sel tubuh manusia bisa beradaptasi dengan radiasi yang ada di lingkungan, sehingga menimbulkan efek menguntungkan yang disebut dengan respon adaptif," pungkas Mukhlis.
Gelar wicara selama satu jam ini merupakan salah satu wujud komitmen BATAN untuk mengedukasi masyarakat dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0. (Al-Hanaan)
Image by Gerd Altmann from Pixabay



Comments