top of page

Terapi Plasma Sukses Besar di 4 Negara Ini

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jun 9, 2020
  • 2 min read


Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), meminta uji coba skala besar untuk terapi plasma kepada pasien positif Covid-19 yang masih dirawat.


Jokowi menilai metode terapi plasma merupakan kemajuan besar dalam upaya pengobatan Covid-19. Dia menyampaikan arahan itu saat memimpin rapat terbatas terkait penanganan COVID-19 via konferensi video dari Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/5/2020).


"Saya melihat sudah kemajuan signifikan pengujian plasma yang rencananya akan dilakukan uji klinis berskala besar di beberapa rumah sakit dan juga stem cell untuk menggantikan jaringan paru yang rusak," katanya.


Baca Juga:


Tak hanya Indonesia, sejumlah negara pun tengah menguji keampuhan dari terapi ini. Ada pula beberapa negara yang telah melaporkan kesusksesan dari terapi plasma.


Lantas, negara apa saja yang sudah memberlakukan terapi plasma? Berikut MyCity telah merangkumnya untuk Anda.


1. Amerika Serikat (AS)


AS telah memulai proyek besar-besaran untuk meneliti terapi plasma darah dengan melibatkan lebih dari 1.500 rumah sakit. Proyek nasional ini dilakukan hanya dalam tiga pekan dan sekitar 600 pasien telah menerima pengobatan. Profesor Michael Joyner dari Mayo Clinic yang memimpin proyek ini.


"Hal yang kami pelajari dalam pekan pertama penelitian adalah tidak ada masalah keamanan besar yang muncul dan pemberian produk (plasma) tampaknya tidak menyebabkan banyak efek samping yang tak terduga," kata Joyner.


2. Inggris


Menurut Departemen Kesehatan Inggris, pemerintah tengah meningkatkan program nasional untuk mengumpulkan plasma sehingga pengobatan dapat digunakan secara luas jika terbukti efektif. Pengumpulan plasma darah akan ditingkatkan selama April hingga Mei guna mengirimkan hingga 10 ribu unit plasma darah ke Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) setiap pekan, yang cukup untuk merawat 5.000 pasien COVID-19 per pekan.


"Saya berharap setiap pengobatan ini akan menjadi tonggak utama dalam perjuangan kita melawan penyakit ini," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.


3. India


Pemerintah Karnataka, negara bagian India, pada Sabtu (25/4/2020) telah memulai uji klinis terapi plasma darah untuk pasien COVID-19 dengan kondisi kritis. Hal itu diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kedokteran K Sudhakar melalui cuitan di akun Twitternya.


Terapi plasma darah COVID-19 merupakan metode penyembuhan dengan memanfaatkan darah pasien yang telah pulih. Harapannya antibodi dalam plasma darah penyintas bisa melawan virus ditubuh orang yang sakit.


"Senang mengumumkan dimulainya uji klinis untuk terapi plasma yang punya potensi besar untuk merawat pasien COVID-19 dengan skala berat," kata K Sudhakar.


4. Iran


Mengutip dari Al Monitor, salah satu dari beberapa prosedur perawatan yang dinilai berhasil di Iran adalah terapi plasma darah. Terapi ini disebut meningkatkan tingkat pemulihan di unit perawatan intensif sebesar 40 persen. Terapi plasma darah didapatkan dari sumbangan plasma darah oleh mereka yang telah sembuh kepada seseorang yang tengah kritis.


"Kami memulai terapi plasma sekitar 40 hari yang lalu dan hingga saat ini, 300 orang telah menyumbangkan plasma darah mereka, dan hasilnya adalah penurunan 40 persen dalam jumlah kematian akibat virus corona," kata Dr Hassan Abolqasemi yang memimpin proyek terapi plasma dikutip dari Tehrantimes, Rabu (29/4/2020). (Arie Nugroho)

Comments


bottom of page