top of page

Terapi Plasma Jadi Kunci Sukses Iran Kalahkan Covid-19

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jun 9, 2020
  • 2 min read


Iran merupakan negara dengan jumlah kasus Virus Covid-19 terbanyak kedelapan di dunia. Namun, negara ini sukses memerangi Covid-19 lewat terapi plasma.


Hingga bulan Maret, kasus positif Covid-19 di Iran mencapai 80.868 kasus dengan 5.031 kematian. Namun, ada 55.987 orang yang berhasil sembuh dari virus ini.


Setelahnya, jumlah kematian baru akibat Virus Covid-19 di Iran terus mengalami tren penurunan. Seperti dinukil Al Monitor, Iran mencoba beberapa prosedur perawatan untuk menyembuhkan Covid-19. Namun, terapi plasma menjadi yang paling sukses.


Baca Juga:


Menurut data yang dihimpun Al Monitor, terapi plasma sukses menyembuhkan pasien Covid-19 dengan persentase mencapai 40 persen. Plasma darah didapat dari orang yang telah sembuh dari Covid-19.


"Kami memulai terapi plasma sekitar 40 hari yang lalu dan hingga saat ini, 300 orang telah menyumbangkan plasma darah mereka, dan hasilnya adalah penurunan 40 persen dalam jumlah kematian akibat virus corona," kata Dr. Hassan Abolqasemi yang memimpin proyek terapi plasma sebagaimana dikutip dari Tehrantimes.


Menurutnya, terapi plasma telah terbukti efektif dalam pengobatan penyakit lain seperti SARS, MERS, dan ebola meskipun Hasan mengatakan, organisasi internasional belum memberikan sudut pandangnya terkait dengan ini.


"Amerika Serikat mulai mengerjakan terapi plasma tiga minggu setelah kami. Belakangan, Perancis, Jerman, Belanda, dan beberapa negara Eropa lainnya memulai pekerjaan dan meminta kami untuk berbagi pengalaman," terang dia.


Sebelumnya, pada 11 April 2020, Nasser Riahi seorang Ketua Dewan Kamar Dagang Iran mengatakan bahwa pengujian Iran atas penggunaan terapi plasma pada 200 pasien telah selesai.


"Mentalitas kami adalah injeksi plasma tidak akan membahayakan pasien dan metode ini selalu digunakan untuk meningkatkan volume darah," ujarnya sebagaimana dikutip dari IFPNews.


Ia menerangkan saat ini pihaknya tengah mengusulkan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait apa saja efek terapi dan pasien kondisi mana yang lebih baik mendapatkan terapi apakah saat kondisi buruk, atau baru awal sakit.


Serta terkait efek untuk mengendalikan demam, sesak napas maupun gejala klinis lain. (Arie Nugroho)



Comments


bottom of page