Tak Terapkan Lockdown, Swedia: Kematian Tinggi, Ekonomi Selamat
- MyCity News

- May 21, 2020
- 2 min read

Krisis ekonomi Inggris lebih parah daripada Swedia setelah Inggris memberlakukan lockdown dan negara Skandinavia tidak. PDB Inggris anjlok daripada ekonomi Swedia tahun ini dengan hanya satu pekan lockdown.
Melansir The Mirror (21/5/2020), sektor konstruksi Inggris dan ritel tercatat mengalami kolaps terburuk pada Maret sementara sektor produksi menderita kehancuran terparah sejak aksi mogok tahun 1970an.
Sebaliknya, penjualan ritel Swedia agak meningkat pada Maret karena toko tetap buka dan sektor konstruksi juga tumbuh.
Ekonomi Swedia tetap berprospek untuk sukses besar pada 2020 namun PDB Swedia dan ramalan anggaran secara signifikan lebih baik daripada Inggris.
Sementara Inggris telah membayar harga ekonomi lebih besar, lockdown tidak membuat kasus Corona dan kematian berkurang. Presentase kematian Inggris dalam tujuh hari terakhir hanya agak lebih baik sedikit dibandingkan Swedia bahkan setelah dua bulan lockdown.
Total semuanya, Inggris menderita kematian sebanyak 35.704 dibandingkan dengan Swedia sebanyak 3.831 kematian. Sembilan kali lebih banyak untuk ukuran negara dengan populasi 6,6 kali lebih besar.
PDB Inggris turun 2% dari Januari hingga Maret, anjlok terparah sejak krisis finansial global 2008.
Ekonomi juga menyusut sekitar 1,6% dibandingkan periode yang sama pada 2019, kehancuran terburuk sejak 2009.
Di Swedia di mana ekonomi telah menyusut pada 2019 sebelum pandemi dimulai, PDB turun agak parah sekitar 0,3% di kuartal pertama.
Ekonom mengatakan Swedia sudah siap sebelum virus menyerang Eropa pada februari dan Maret.
Periode yang dipertimbangkan ini meliputi satu pekan lockdown skala besar di Inggris yang dianjurkan oleh Boris Johnson pada 23 Maret.
Aturan kesehatan masyarakat mulai menunjukkan hasil sebelumnya namun pub dan restoran tetap banyak yang buka hingga pertengahan Maret.
Angka-angka untuk kuartal April-Juni akan menunjukkan efek yang besar dalam tiga bulan lockdown. Para ekonom mengira angka-angka itu jauh lebih buruk.
Bank of England beranggapan ekonomi bisa menyusut sebesar 25% di kuartal sekarang.
Di Swedia, pemerintah mempercayakan orang Swedia dengan tanggung jawab individu alih-alih memberlakukan lockdown skala besar.
Namun, disrupsi untuk menyuplai rantai dan kehancuran pariwisata bermakna keterpurukan belum benar-benar terjadi meski aturan-aturan karantina belum banyak.
Ramalan the European Commission untuk rencana 2020 bahwa PDB Inggris akan menyusut sebesar 8,3% tahun ini, sebelum pulih dengan pertumbuhan 6% pada 2021.
PDB Swedia dikira akan anjlok sebesar 6,1%. Resesi besar memang namun lebih kecil daripada yang digambarkan oleh rerata Uni Eropa sebesar 7,4%. (Al-Hanaan)
Image by Gerd Altmann from Pixabay



Comments