Syekh Ali Jaber Tidak Terima Pelaku Penusukan Dirinya Dianggap Orang Gila
- MyCity News

- Sep 14, 2020
- 1 min read

Syek Ali Jaber mengungkapkan pelaku yang berusaha menikamnya saat mengisi acara tahfidz di Masjid Falahuddin Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, Minggu (13/9/2020), merupakan orang yang terlatih.
Ulama berusia 44 tahun itu pun tidak terima bila pelaku dianggap gila seperti yang disebut keluarganya.
"Saya masih tidak terima pelaku ini dianggap gila," ujar Syekh Ali Jaber saat memberikan keterangan di Bandarlampung, Senin (14/9/2020).
Menurutnya, saat berhadapan langsung dengan pelaku yang bersangkutan mencoba menusuknya di bagian vital namun karena ada sedikit gerakan darinya pisau tersebut menuju ke lengan atas kanannya atau bahu.
"Reaksi pelaku saat berhadapan dengan saya dia coba tusuk kemudian karena gagal menusuk di bagian yang dinginkan pisau yang menancap di tangan ini coba ditariknya dengan kekuatan dan keberanian namun patah saat ada gerakan memutar dari saya. Melihat itu mohon maaf ini bukan seperti orang gila dia sangat berani bahkan terlatih," ungkap Syekh Ali Jaber.
Dirinya mengatakan karena yang bersangkutan ini terlatih pasti ada orang dibelakangnya yang menyuruh.
"Saya harap hukum dapat berjalan dan serta aparat keamanan dapat berlaku amanah, dan jujur karena kepercayaan kami kepada mereka sangat besar," kata dia.
Dia mengatakan bahwa semua ini dilakukan bukan demi kepentingan pribadinya, tapi untuk para ulama agar ke depan mereka tidak menjadi sasaran orang yang ingin menghabiskan Agama Islam dengan mengincar para ulama. (Dimas Satrio)
Foto: Istimewa



Comments