top of page

Sri Mulyani Ungkap Dampak Serius PSBB

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Sep 11, 2020
  • 1 min read


Dalam waktu dekat, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai efektif diterapkan pada 14 September 2020. Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mempunyai pandangan negatif mengenai PSBB.


Bagi Menkeu, PSBB menyebabkan perekonomian berkontraksi atau tumbuh negatif buruk pada perekonomian nasional, bahkan dunia.



"PSBB atau bahkan di berbagai negara mereka melakukan penutupan total atau lockdown memberikan dampak yang luar biasa serius terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat," katanya saat penyambutan mahasiswa baru di ITB, dikutip dari CNBC, Jumat (11/9/2020).


Seperti diketahui, Indonesia menerapkan PSBB pada awal Maret 2020. Dampaknya, ekonomi langsung berkontraksi. Bahkan, pada kuartal II-2020, perekonomian Indonesia berkontraksi sebesar -5,32%.



"Indonesia melakukan PSBB terutama pada awal terjadinya covid yaitu pada Maret, April, Mei maka kita melihat dampak sosial ekonomi langsung signifikan. Perekonomian kita pada kuartal II mengalami kontraksi yang cukup dalam," jelas Sri Mulyani.


Kontraksi ekonomi disebabkan oleh terhentinya aktivitas ekonomi. Akibatnya, penawaran menurun karena tak ada kegiatan produksi dan banyak karyawan dirumahkan.



"Pertumbuhan negatif ini menggambarkan aktivitas ekonomi baik dari sisi permintaan apakah itu konsumsi, investasi, ekspor bahkan kegiatan pemerintah mengalami penurunan dan dr sisi produksi apakah itu sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi, jasa keuangan, semuanya juga mengalami penurunan yang sangat tajam," ungkap Sri Mulyani.


"Jadi covid-19 memberikan dampak luar biasa dari sisi sosial, dimana kemiskinan dan juga munculkan pemutusan hubungan kerja," tambah Sri Mulyani. (Al-Hanaan)


Foto: Istimewa



Comments


bottom of page