Sri Mulyani Terang-terangan Ungkap Ekonomi Indonesia 2019, Seperti Apa?
- MyCity News

- Sep 9, 2020
- 2 min read

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perekonomian Indonesia pada 2019 lalu. Menurut Menkeu, tahun 2019 merupakan tahun paling lemah dalam pemulihan ekonomi global setelah Krisis Finansial Global 2008-2009. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu di atas 5%, lebih tepatnya 5,02%.
"Ini adalah kondisi pertumbuhan ekonomi terendah semenjak tahun 2008-2009, dan oleh karena itu sebetulnya tahun 2009 kita memasuki dengan optimisme bahwa ini akan pulih dari kondisi terlemah," terang Sri Mulyani saat rapat dengan DPD RI, Rabu (9/9/2020).
Lebih jauh, Sri Mulyani menceritakan kebijakan yang dilakukan oleh berbagai negara dengan ekonomi terbesar dunia. Sebut saja Amerika Serikat (AS) yang mengambil kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga.
Selain kebijakan moneter, AS juga memberlakukan proteksionisme kepada mitra dagang yang memiliki surplus, terutama Cina. AS juga memberlakukan kebijakan di sisi keamanan militer yang menyebabkan ketegangan geopolitik di seluruh dunia.
"Dalam suasana ketidakpastian ini Indonesia Alhamdulillah masih bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang bertahan di atas 5% meskipun ini lebih rendah dari tahun 2018. Tapi kita tetap bertahan di atas 5%," ungkap Sri Mulyani.
Lebih jauh, Menkeu menyebut produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp15.833,9 triliun pada 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 yang mencapai Rp14.838,3 triliun. Inflasi juga hanya 2,72% dan tingkat pengangguran mengalami penurunan.
"Ini adalah tingkat pengangguran terendah dalam 5 tahun terakhir juga dalam sisi indeks pembangunan manusia kita juga mengalami peningkatan di 71,92 dari 71,39," terang Sri Mulyani.
Pada 2019, nilai tukar rupiah juga stabil yaitu Rp14.146 per US$. Sementara itu, presentase penduduk miskin menurun di level 9,22%.
"Ini adalah angka persentase penduduk miskin terendah di dalam sejarah republik Indonesia itu sendiri," tandas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia. (Al-Hanaan)
Foto: Istimewa



Comments