Sesuai Instruksi Jokowi, MenKopUKM Dorong Belanja Produk UMKM Sebesar Rp321 T
- MyCity News

- Aug 29, 2020
- 1 min read

Pandemi Covid-19 memukul keras berbagai sektor ekonomi. Baik perusahaan besar maupun usaha kecil semua terdampak Covid-19. Pemerintah tak tinggal diam dan menyiapkan berbagai stimulus untuk menolong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk itu, pemerintah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran sebesar Rp123,46 triliun untuk merangsang UMKM.
Sayang, realisasi anggaran PEN untuk UMKM baru terserap 37,2% atau sebesar Rp44,63 triliun dari pagu anggaran Rp 123,46 triliun.
Melihat fakta itu, Menteri Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), Teten Masduki mendorong belanja Kementerian/Lembaga (K/L) untuk membeli barang-barang UMKM.
"Pasar yang paling besar adalah kas belanja pemerintah dan BUMN. Tahun ini ada Rp321 triliun belanja K/L dan Presiden sudah perintahkan agar K/L belanja produk UMKM," kata Teten dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia, Jumat (28/8/2020).
KemenKopUKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) untuk membuat laman khusus produk UMKM. Ini bertujuan mempermudah pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk menyerap produk UMKM.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan pelaku UMKM bisa ikut tender dalam proyek BUMN senilai Rp200 juta hingga Rp14 miliar.
Bahkan, Erick melarang perusahaan plat merah alias BUMN lain untuk mengikuti tender tersebut.
Untuk itu, pemerintah meluncurkan platform Pasar Digital (PaDi). Pada tahap awal, baru ada sembilan BUMN yang berpartisipasi. Selanjutnya, pemerintah akan mendorong semua BUMN untuk berpartisipasi.
"Kami sekarang kerja sama dengan para UMKM untuk segera on boarding [daftar] di LKPP dan Pasar Digital BUMN," ujar Erick. (Al-Hanaan)
Foto: Istimewa



Comments