Selamatkan RI di Ambang Resesi, Pemerintah Fokus Dorong 2 Hal
- MyCity News

- Aug 29, 2020
- 2 min read

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia mempunyai waktu 1,5 bulan yang menentukan nasib perekonomian nasional.
Waktu 1,5 bulan yang singkat ini menentukan apakah Indonesia akan masuk jurang resesi atau selamat dari krisis ekonomi akibat pandemi.
Pemerintah akan menggunakan segala cara untuk memulihkan ekonomi di kuartal III (Q3) tahun 2020. Pada Q2 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif sebesar -5,32%.
Oleh sebab itu, perekonomian Indonesia di Q3 2020 harus masuk ke zona positif maksimal tumbuh 0% untuk menghindari resesi.
"Kuartal III, masih ada 1,5 bulan dan pemerintah akan gunakan semua instrumen untuk terus menjaga pemulihan atau pembalikan ekonomi ke arah positif," kata Sri Mulyani dalam program Squawk Box, Jumat (28/8/2020).
Ia melanjutkan upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional di Q3 2020 dengan memfokuskan kebijakan pada penanganan kesehatan dan mendorong ekonomi ke zona positif.
Di sisi kesehatan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dan kebijakan pengadaan vaksin.
Dari sisi non kesehatan, pemerintah akan memperluas cakupan program bantuan sosial (bansos) seperti program keluarga harapan dan kartu sembako yang diperluas penerimanya hingga ke pedesaan.
Di samping itu, ada program baru yang membantu pekerja swasta bergaji kurang dari Rp5 juta untuk mendapat subsidi gaji sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan.
UMKM juga mendapat subsidi bunga, penundaan cicilan hinga kredit modal tambahan kerja. Penyaluran bantuan dengan menempatkan dana di perbankan untuk menjalankan program tersebut.
"Masih banyak yang kita lakukan dan kita harapkan ini bisa mendorong konsumsi maupun produksi. Jadi kita harap kuartal III dengan instrumen pemerintah ini, pembalikan ekonomi bisa dipertahankan dan diakselerasi sehingga overall ekonomi kita bisa mendekati netral atau 0%," terang Sri.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia berkontraksi sebesat 5,32% di Q2 2020 secara tahunan (YoY).
Adapun secara kuartalan (Q-to-Q), ekonomi Indonesia berkontraksi sebesar 4,19% di triwulan II-2020.
Secara semesteran, ekonomi Indonesia berkontraksi sebesar 1,26% di semester I-2020 terhadap semester I-2019 (C-to-C). (Al-Hanaan)
Foto: Istimewa



Comments