top of page

Sekretariat Presiden Gelar Latihan Upacara Bendera Secara Minimalis

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 13, 2020
  • 2 min read

Pada Minggu (12/7/2020), Sekretariat Presiden dan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta melaksanakan latihan pengibaran bendera upacara Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.


Di masa pandemi Covid-19, latihan pengibaran bendera tetap menerapkan protokol kesehatan.


"Pagi ini kami Sekretariat Presiden dengan Gartap mengadakan latihan penaikan bendera untuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan RI di mana pengibar benderanya sangat minimal yaitu hanya 3 orang, baik penaikan dan penurunan. Ini akan menjadi pedoman daerah yang akan memperingati upacara kemerdekaan," kata Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.


"Jadi nanti akan seperti ini, di mana protokol kesehatan diutamakan dengan menggunakan masker dan juga sarung tangan karena kita harus tetap mengutamakan kesehatan," Bey menambahkan.


Latihan digelar secara minimalis. Hanya tiga petugas penaikan bendera, dua laki-laki dan satu perempuan. Tiga petugas itu merupakan anggota Paskibra 2019.


Pada Senin (6/7/2020), Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak melakukan proses seleksi untuk pemilihan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Tahun 2020 karena pandemi Covid-19.


"Itu (petugas) akan kami ambil dari Paskibra 2019 yang pada saat itu tidak naik. Artinya yang inti kan sudah sudah muncul. Ini ada cadangan. Cadangan 2019 kami ambil untuk kegiatan Paskibraka di 2020. Sehingga kami melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak merekrut di 2020 karena kita sayangi kesehatan dan nyawa masyarakat serta mengutamakan protokol kesehatan yang harus kita junjung tinggi," kata Heru.


Bey menyebutkan delapan petugas pengibar bendera yang terdiri dari dua kelompok dan dua orang cadangan. Ini termasuk tiga orang petugas penaikan bendera yang disebut di atas.

Kelompok pertama berisi tiga orang petugas penaikan bendera, yaitu dua laki-laki dan satu perempuan.


Kelompok kedua berisi tiga orang petugas penurunan bendera, yaitu dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka bertugas menurunkan bendera di sore hari.


Cadangan petugas terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan.


Pelatihan secara minimalis ini didukung oleh Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Ia berharap daerah lain meniru penerapan protokol kesehatan dalam upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI.


"Petugas minimalis sudah sesuai dengan protokol kesehatan, terutama untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Kami berharap daerah bisa meniru apa yang dilakukan pada upacara di tingkat pusat ini," kata Doni ketika dihubungi Biro Pers, Media, dan Sekretariat Presiden.


Komposisi petugas pada saat upacara di Istana Merdeka yaitu komandan upacara (1 orang), pasukan upacara terdiri atas TNI dan Polri (20 orang), korps musik (24 orang), pembawa acara (2 orang).


Pada saat detik-detik proklamasi, ada 17 orang pasukan pelaksana tembakan kehormatan di area Monas. (Al-Hanaan)



Foto: Setneg

Comments


bottom of page