RI Di Ujung Resesi, Ekonom UGM Harapkan Pariwisata, Pertanian, dan Industri
- MyCity News

- Sep 16, 2020
- 2 min read

Profesor Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Mudrajad Kuncoro mengatakan Indonesia sudah di ujung resesi.
Hal itu disampaikannya dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom: Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing oleh CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2020).
"Tiga triwulan terakhir kita di ujung resesi," katanya.
Ia menjelaskan sejak kuarta IV tahun 2019 (Q4 2019), perekonomian Indonesia tumbuh negatif. Resesi terjadi bila perekonomian berkontraksi selama dua kuartal secara berturut-turut.
"Kita di jurang resesi," jelas Mudrajad.
Mengenai transformasi ekonomi Indonesia, ada sejumlah sektor yang menopang perekonomian Indonesia, yaitu industri, pertanian, dan pariwisata. Untuk itu, Indonesia harus segera menyusun peta jalan untuk mewujudkan transformasi ekonomi.
"Harus simultan pembangunan pariwisata, industri, pertanian. Saya anjurkan interlink. Industri pertanian mengembangkan agribisnis dan industri. Dua sektor ini harus diperkuat, industri yang berbasis pertanian," ungkap Mudrajad.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI, Luhut Pandjaitan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Q3 2020.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo di Gedung Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Rabu (9/9/2020).
"Kuartal tiga ini buat kita crucial time karena kita ingin ngangkat defisit kita dari 5,3% [pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 5,3%] kemarin ya dekat-dekat ke angka-angka minus 2%," papar Luhut.
Baca Juga: Rabu (16/9/2020), Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3.963, Sembuh 3.036, Meninggal Dunia 135Luhut mengatakan hal itu memerlukan sinergi dari semua pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Belanja Kementerian PUPR yang mencapai Rp100 triliun selama Q3 2020 akan sangat membantu.
"Saya kira pencapaian yang sangat baik untuk membuat ekonomi kita pada tahun ini kita berharap tentu bisa mungkin minus 0,5% atau plus 0,5% untuk growth-nya," tandas Luhut. (Al-Hanaan)
Image by Gerd Altmann from Pixabay



Comments