Presiden dan Para Perangkat Jalani Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
- MyCity News

- Jul 25, 2020
- 2 min read

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan protokol kesehatan diterapkan di lingkungan Istana Kepresidenan. Siapapun yang ingin bertemu Presiden harus melalui pemeriksaan sesuai protokol kesehatan Covid-19.
"Yang pertama perlu kami tegaskan di sini, setiap pejabat, menteri, ataupun masyarakat yang akan bertemu dengan Bapak Presiden itu kami lakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pertama adalah dilakukan rapid test, kedua tentunya kita mau mengenakan masker, ketiga adalah selalu menjaga jarak. Di dalam istana pun, kursi dan tata letak meja dan kursi itu sudah dilakukan jaga jarak dan lainnya," kata Heru dalam keterangan pers di Istana Negara pada Jumat (24/7/2020).
Di samping itu, Presiden beserta jajarannya dan para perangkat yang melayaninya melakukan tes kesehatan secara rutin. Presiden hari itu dijadwalkan untuk tes kesehatan, termasuk swab test.
"Kami menjaga Bapak Presiden selalu, dan sekali lagi hari ini adalah jadwalnya Bapak Presiden melakukan tes kesehatan," imbuh Heru.
Untuk para perangkat yang berinteraksi langusng dengan Presiden, pemeriksaan kesehatan seperti swab test dan rapid test dilakukan secara berkala. Selain itu, dua bulan sekali dilakukan pergantian perangkat yang melayani Presiden secara langsung.
"Seminggu sekali, contohnya kami, saya dengan Pak Deputi dengan perangkat, tentunya dengan Pak Menteri Sekretaris Negara yang selalu setiap harinya bertemu Bapak Presiden, kami selalu rapid tiap hari. Saya terakhir swab itu kemarin dan itu alhamdulillah hasilnya negatif. Setiap hari, tiap pagi, kami dengan Pak Deputi yang berinteraksi dengan Bapak Presiden selalu rapid test," jelas Heru.
"Juga termasuk dengan perangkatnya Bapak Presiden, kami melakukan dua bulan sekali baru pergantian. Contoh yang dekat dengan Bapak Presiden yang melayani, yang memasak, segala macam, itu dua bulan baru berganti. Setiap pergantian kami lakukan swab. Termasuk juga Paspampres kami lakukan swab," tambah Heru.
Tak hanya untuk individu, ruangan untuk aktivitas Presiden juga disterilisasi, termasuk menggunakan ultraviolet.
"Misalnya Bapak Presiden akan bekerja hari-hari di Istana Negara, berarti jam 6 kami lakukan sterilisasi dan orang tidak boleh masuk. Saya rasa sudah ketat, ini sudah maksimum," ungkap Heru.
Di kemudian hari, pihak Istana akan mengurangi tamu yang bertandang menemui Presiden Joko Widodo.
"Mungkin tidak mengurangi intensitas kerja beliau, tetapi mungkin jumlah orang yang kami kurangi. Walaupun sekarang itu kami sudah, contohnya setiap ketemu dengan warga kan tadi sore jam 3 di Bogor 30 (orang). Mungkin kami akan pikirkan kami kurangkan (menjadi) 20 (orang) dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi. Kira-kira seperti itu," pungkas Heru. (Al-Hanaan)
Foto: Setneg



Comments