Pesan Sri Mulyani: Kedepankan Aspek Halal Vaksin
- MyCity News

- Aug 21, 2020
- 2 min read

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati berbicara pada webinar internasional yang diadakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Kamis (20/8/2020) yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah.
Sebagai Ketua Umum IAEI, Sri Mulayni menyebut nilai-nilai dalam Islam yang bermanfaat dalam menghadapi pandemi Covid-19.
"Sebenarnya Covid-19 mengingatkan kita untuk bisa mengimplementasikan lebih nilai-nilai Islami. Nilai-nilai yang ada pada agama Islam seperti keadilan, bergotong royong, dan kesetaraan," kata Sri Mulyani.
Bagi Sri Mulyani, penanganan Covid-19 tak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Lebih jauh, Sri Mulyani mengatakan tak semua industri terdampak pandemi Covid-19. Bahkan ada industri yang justru tumbuh positif selama pandemi, yaitu industri makanan dan minuman (mamin).
Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya melirik peluang tersebut untuk memproduksi mamin yang sehat dan halal.
Baca Juga: Bank Syariah BUMN Bakal Merger Februari 2021Di sisi lain, sektor pariwisata adalah sektor yang paling keras terpukul oleh pandemi Covid-19. Jumlah turis mancanegara menurun, tingkat keterisian hotel anjlok, dan pendapatan rumah makan di sekitar tempat wisata menurun drastis.
Menanggapi kondisi itu, pemerintah menyiapkan beberapa rangsangan untuk semua industri, seperti subsidi listrik bagi dunia usaha.
Selain dunia usaha, pandemi Covid-19 juga melumpuhkan sektor pendidikan. Untuk itu, pemerintah menyalurkan Rp2,6 triliun untuk membantu madrasah dan pesantren dengan total 14.115 lembaga.
"Rp2,6 triliun dialokasikan untuk ditransfer langsung ke seluruh pesantren dan madrasah untuk membangun infrastruktur agar menjamin kemananan para santri," ujar Sri Mulyani.
Tak hanya industri mamin, Sri Mulyani juga menekankan aspek halal pada industri farmasi.
"Sekarang industri farmasi sedang dalam pengembangan vaksin Corona, dan kami berharap industri farmasi dapat mengedepankan aspek halal dari vaksin ini," ujarnya.
Masalah kesehatan yang terpukul oleh pandemi Covid-19 juga merambah sektor sosial, ekonomi, dan keuangan. Untuk itu, penanggulangan dampak Covid-19 harus mengatasi semua aspek.
"Pertama dan terpenting yang terpenting adalah masalah kesehatan. Pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp 87 triliun dan bentuk dukungan anggaran untuk menangani kegiatan kesehatan atau program kesehatan, dan untuk mengatasi Covid-19 ini," pungkas Sri. (Al-Hanaan)
Foto: Warta Ekonomi



Comments