top of page

Pengidap Demensia Berisiko Dua Kali Derita Gejala Covid-19

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • May 26, 2020
  • 2 min read

Penderita dementia, Alzheimer, orang lanjut usia cenderung mudah terinfeksi Covid-19 atau setidaknya mudah terjangkit gejala Covid-19.


Melansir The Mirror (26/5/2020), ilmuwan mengatakan bahwa orang yang punya mutasi genetik yang diasosiasikan dengan peningkatan risiko dementia bisa dua kali cenderung untuk menderita gejala virus Corona akut.


Gen cacat yaitu ApoE4 ditemukan di orang-orang keturunan Eropa terkait dengan risiko besar Covid-19 akut bahkan ketika mereka tidak menderita penyakit demensia.


Penemuan mereka dipublikasikan di Journal of Gerontology: Medical Sciences. Di situ disebutkan beberapa orang bisa jadi berisiko secara genetik dipengaruhi penyakit tersebut.


David Melzer, pemimpin penelitian sekaligus profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat dari Universitas Exeter berujar, “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan demensia berisiko tinggi terkena Covid-19 akut.”


“Kajian ini menunjukkan bahwa risiko tinggi ini bukan hanya karena efek demensia, usia lanjut atau kondisi fisik yang lemah, atau pemaparan virus di panti jompo.” Dia menambahkan, “Efek tersebut bisa jadi sebagian karena perubahan genetik yang membuat mereka rawan terkena Covid-19 dan demensia.”


Para peneliti menganalisa data dari UK Biobank yang mengumpulkan data genetik dan Kesehatan 500.000 orang. Mereka menemukan orang yang mengidap dua kopi gen ApoE4 berisiko dua kali lipat terkena infeksi Covid-19 daripada mereka yang tidak mempunyai mutasi genetik ini. Satu dari 36 orang keturunan Eropa diperkirakan mempunyai dua kopi gen cacat ini.


Salah satu peneliti kajian, Dr Chia Ling-Kuo dari Sekolah Kedokteran Universitas Connecticut di AS berkata, “Ini adalah hasil yang mengesankan karena kita sekarang bisa menemukan bagaimana gen cacat ini menyebabkan kerawanan akan infeksi Covid-19. Ini bisa menunjukkan pada ide-ide baru untuk perawatan.”


Namun, direktur riset Alzheimer’s Research UK mewanti-wanti ketika menafsirkan penemuan-penemuan ini.


Dr Routledge yang tidak terlibat dalam kajian mengomentari riset tersebut. Ia berujar, “Kita belum tahu bagaimana gen berisiko Alzheimer ini bisa membuat orang rawat terjangkit virus. Meskipun kajian dilakukan pada grup yang besar, hanya 37 orang dengan gen risiko yang dites positif Covid-19 dan kita harus berhati-hati mengenai kesimpulan yang diambil dari jumlah yang kecil itu.”


“Penemuan-penemuan ini butuh ditindaklanjuti dengan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah rangkaian (link) ini bisa memberikan arah bagi perawatan baru.”


Prof Tara Spires-Jones, wakil direktur Center for Discovery Brain Sciences di Univesitas Edinburgh menambahkan, “Keterbatasan penting dari paper itu adalah jenis kajian observasi ini tidak bisa dibuktikan bahwa gen ApoE4 merupakan penyebab orang yang diobservasi meningkatkan risiko Covid-19.”


“Ilmuwan tersebut melakukan kerja yang teliti untuk mengontrol hal lain yang diasosiasikan dengan ApoE4 agar bisa menjelaskan risiko. Namun masih mungkin bahwa ada faktor yang belum diketahui yang bisa meningkatkan risiko.” (Al-Hanaan)


Image by lisa bussell from Pixabay

Comments


bottom of page