top of page

PDB Q1 2020 Terendah Sejak 2001, Jokowi: Masih Ada Kesempatan di September

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Sep 1, 2020
  • 1 min read


Pandemi Covid-19 membuat roda perekonomian global berhenti. Aktivitas ekonomi dan mobilitas dibatasi. Permintaan dan penawaran menurun. Alhasil, jutaan karyawan dirumahkan.

Akibatnya, prdouk domestik bruto (PDB) menyusut. Ekonomi berkontraksi alias tumbuh negatif. Bilamana kontraksi terjadi dalam dua kuartal berturut-turut, terjadilah resesi.



Pada kuartal I (Q1) tahun 2020, PDB Indonesia tumbuh sebesar 2,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan ini adalah pertumbuhan terendah sejak 2001.


Pada Q2 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia berkontraksi sebesar -5,32% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Pertumbuhan di periode April-Juni 2020 itu adalah pertumbuhan terburuk sejak 1999.



Saat ini, Indonesia belum masuk jurang resesi, baru di ambang resesi. Jika pertumbuhan di Q3 negatif, Indonesia masuk ke jurang resesi. Inilah yang dicemaskan Kepala Negara.


"Berkaitan dengan ekonomi, kita tahu kuartal I-2020 kita tumbuh 2,97%, negara lain sudah minus. Tapi di kuartal II, kita pada posisi -5,3%. Sudah minus," tegas Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/9/2020).


Jokowi menjelaskan Indonesia masih mempunyai waktu satu bulan yang menentukan. Apakah Indonesia akan masuk jurang resesi atau justru selamat menghindari resesi.


"Untuk itu, kuartal ketiga, yang kita masih punya waktu satu bulan yaitu Juli, Agustus, September. Di September ini kita masih ada kesempatan. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi," tandas Jokowi. (Al-Hanaan)


Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres RI



Comments


bottom of page