Mantan Bos Google: Huawei Bakal Curi Data Keamanan AS!
- MyCity News

- Jun 22, 2020
- 1 min read

Kepala Dewan Inovasi Pertahanan Pentagon yang merupakan mantan bos Google, Eric Schmidt, mengungkapkan ancaman bahaya dari Huawei Technologies yang bisa membelokkan jalur data keamanan nasional Amerika Serikat (AS) ke Cina.
"Tidak ada keraguan lagi bahwa Huawei menjalankan beberapa praktik yang tidak bisa diterima dalam hal keamanan nasional," ujarnya seperti dikutip dari BBC International, Senin (22/6/2020).
Bahkan, Eric Schmidt melabeli Huawei Technologies sevbagai sarana sinyal intelejen, merujuk ke agen mata-mata seperti QCHQ atau NSA Inggris di AS.
Baca Juga:
"Tak ada keraguan bahwa informasi dari routers Huawei akan berakhir di tangan yang kelihatannya negara. Hal ini benar terjadi, kami yakin itu terjadi," dia menamahkan.
Kebocoran informasi tersebut, menurut Schmidt, bisa hadir melalui jaringan 5G. Seperti diketahui, AS melarang penggunaan infrastruktur 5G di Cina dengan alasan aksi spionase.
AS Juga terus mengampanyekan perihal kebocoran data nasional lewat 5G yang bakal dilakukan Cina kepada para sekutunya. Bahkan, AS mendorong agar sekutunya tak menggunakan perangkat 5G Huawei.
Di sisi lain, Huawei terus menampik tudingan tersebut dengan menyebut mereka independen, tidak terkait dengan pemerintah Cina dan tidak akan menyerahkan data ke pemerintah Cina.
"Tuduhan yang dibuat oleh Eric Schmidt, yang sekarang bekerja untuk pemerintah AS, sama sekali tidak benar dan seperti dengan pernyataan serupa di masa lalu, tuduhan itu tidak didukung oleh bukti," ujar Victor Zhang, kepala Huawei Inggris. (Arie Nugroho)



Comments