Luar Biasa, Ini Rincian Anggaran Kemenhan 2021
- MyCity News

- Aug 16, 2020
- 2 min read

Anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam RUU APBN 2021 mencapai Rp136,9 triliun. Nominal ini lebih tinggi dibandingkan usulan awal dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2021 yaitu Rp 129,3 triliun.
Anggaran Kemenhan melonjak sebesar 18,76% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp115,4 triliun. Sejak 2016 hingga 2021, anggaran ini mengalami fluktuasi dengan rincian sebagai berikut:
Tahun 2016: Rp 98,1 triliun
Tahun 2017: Rp 117,3 triliun
Tahun 2018: Rp 106,7 triliun
Tahun 2019: Rp 115,4 triliun
Tahun 2020: Rp 117,9 triliun
Dalam RAPBN 2021, pendapatan BLU Kemenhan ditargetkan sebesar Rp 3,093 triliun. Jumlah ini turun 2,6% dari proyeksi 2020 sebesar Rp3,170 triliun.
Target tahun depan disusun berdasarkan masa transisi penerapan program lama ke program baru beserta dampak pandemi Covid-19.
Berdasarkan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2021 yang bertajuk Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi, anggaran Kemenhan digunakan untuk mendukung pencapaian pembangunan nasional di bidang pertahanan.
Program pertahanan di bidang pembangunan nasional diantaranya program penggunaan kekuatan, modernisasi alutsista dan non alutsista dan sarana prasarana pertahanan, pembinaan sumber daya pertahanan, dan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit.
"Selain itu, alokasi rupiah murni juga ditujukan untuk penyelesaian proyek/kegiatan yang ditunda/terhambat akibat adanya pandemi Covid-19 di TA 2020," tulis dokumen itu.
Selanjutnya, dokumen itu tertulis beberapa sasaran output strategis Kemenhan pada 2021. Sasaran tersebut diantaranya dukungan pengadaan alat utama sistem senjata TNI (alutsista) sebanyak lima paket, dukungan pengadaan munisi kaliber kecil sebanyak 1 paket, dukungan pengadaan atau penggantian kendaraan tempur sebanyak 12 unit, hingga KRI, KAL, Alpung dan Ranpur/Rantis Matra Laut sebanyak 14 unit.
"Dukungan pengadaan/penggantian pesawat udara dan lainnya sebanyak 4 unit," demikian pernyataan tertulis dalam dokumen.
Di sisi lain, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran itu untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) serta perawatannya.
"Itu sesuai dengan prioritas Kemenhan dan melihat tidak deviasi besar (peningkatan anggaran)," terang Menkeu, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
Meski demikian, sebagian kebutuhan alutsista akan dipenuhi dengan peningkatan produksi dalam negeri.
"Anggaran Kemenhan juga untuk industri strategis dan mendukung kepastian dan mendukung dalam negeri," tandas Menkeu. (Al-Hanaan)
Photo by Chuanchai Pundej on Unsplash



Comments